Home » Pendidikan (page 7)

Pendidikan

Menawarkan harapan baru dalam metode Pendataan kemiskinan melalui Participatory Rural Appraisal/PRA (Pemetaan Partisipasi oleh masyarakat)

Launching Pendataan Alternative , Balai desa Kesamben Kulon Wringinanom, 7 Mei 2015 Pukul.10.00 -12.30 Implementasi Penggalian Data Alternatif Kemiskinan dan Feminisasi kemiskinan Perempuan Melalui Metode Participatory Rural Appraisal/PRA (Pemetaan Partisipasi oleh masyarakat) yang diinisiasi oleh NGO KPS2K (Kelompok Perempuan dan Sumber-sumber Kehidupan) bersama masyarakat di desa Kesamben Kulon sebagai salah satu dari 4 desa pilot project program Gender Watch di Kabupaten Gresik akan diselenggarakan selama satu minggu mulai 11 Mei 2015 membawa harapan baru dalam perkembangan model pendataan yang melibatkan langsung seluruh pihak yang ada di masyarakat. Launching pendataan alternative ini dibuka oleh Kepala Badan KBPP, Dr.Adi Yumanto sekaligus menyampaikan pentingnya penggalian data yang dilakukan bersama-sama dengan melibatkan semua unsur dalam masyarakat terutama perempuan agar dapat menggali data-data kemiskinan yang …

Read More »

Diskusi Terfokus Tentang Persiapan Implementasi Penggalian Data Alternatif Kemiskinan Perempuan Melalui Metode Participatory Rural Appraisal/PRA (Pemetaan Partisipasi)

Warung Legend, 29 April 2015 Kegiatan “Diskusi Terfokus ” tentang Persiapan Implementasi Penggalian Data Alternatif Kemiskinan Perempuan Melalui Metode Participatory Rural Appraisal/PRA (Pemetaan Partisipasi) yang di selenggarakan oleh KPS2K (Kelompok Perempuan dan Sumber-sumber Kehidupan) di Warung Legend Gresik, dimulai pada pukul 09.30 wib, dengan diikuti oleh 19 peserta perempuan dan 8 peserta laki-laki yang berasal dari unsur pemerintah daerah, pemerintah desa, Akademisi, NGO, dan pihak-pihak lain yang memiliki komitmen untuk mendorong adanya proses partisipasi dalam pendataan yang lebih baik terutama untuk data kemiskinan dan lebih khusus lagi data pilah yang dapat mengungkapkan kondisi kemiskinan perempuan (Feminisasi Kemiskinan). Kegiatan ini bagian dari gerakan pemantauan bersama (Gender Watch) terhadap program perlindungan sosial di Kab. Gresik yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas instansi pemerintah …

Read More »

Sekolah Perempuan Pedesaan

Kegiatan Pembelajaran Sekolah Perempuan Pedesaan yang dikembangkan oleh KPS2K bertujuan untuk mengembangkan Pendidikan Adil Gender untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi perempuan seperti tingginya akan buta aksara perempuan, kurangnya penghasilan dan persoalan-persoalan lainnya yang khas dihadapi perempuan seperti kasus pemaksaan pernikahan anak, poligami, KDRT, beban ganda perempuan, kurangnya keterlibatan perempuan dalam pembuatan kebijakan di Komunitas, adanya konflik horizontal antar warga dan isu-isu kekerasan terhadap perempuan lainnya. Sekolah Perempuan ini diharapkan juga menjadi salah satu solusi tepat sebagai upaya merespon kebutuhan-kebutuhan perempuan untuk berorganisasi dan mengaktualisasi diri, Sekolah Perempuan diharapkan juga dapat menjadi pusat-pusat kegiatan bersama perempuan di komunitas dan dapat menjadi organisasi akar rumput yang disegani di komunitas. Sekolah Perempuan ini juga memiliki tujuan untuk melahirkan pemimpin-pemimpin perempuan yang berperspektif …

Read More »

Pelatihan Kepemimpinan Perempuan dan Perlindungan Sosial Tahap 1

Pelatihan Kepemimpinan Perempuan dan Perlindungan Sosial Tahap 1 yang dilakukan selama 4 hari pada hari Sabtu tanggal 22 Juni 2014 sampai dengan hari Rabu tanggal 25 Juni 2014 di Prigen Pasuruan Jawa Timur. Pelatihan Kepemimpinan Perempuan dan Perlindungan Sosial tahap 1 ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran perempuan penerima manfaat tentang sensitifitas gender sebagai dasar dalam membangun kepemimpian perempuan melalui monitoring program perlindungan sosial Sebelum Kegiatan Pelatihan, tahapan yang dilakukan dalah perekrutan peserta training pada 8 sekolah Perempuan yang berasal dari desa melalui pertemuan-pertemuan Sekolah Perempuan dengan metode Diskusi yang demokratis dan partisipatif. Setiap Sekolah Perempuan diharapkan dapat mengirimkan masing-masing 2 orang perwakilan dengan kriteria calon peserta training sebagai berikut: Berasal dari kelompok miskin, 80% berasal dari kelompok perempuan miskin dan …

Read More »

Peluncuran Sekolah Perempuan Pedesaan “Dengan Semangat Kartini dan Keberagaman, Perempuan Miskin Desa Bangkit dan Berjuang Melawan Pemiskinan”

Dalam program penguatan perempuan akar rumput, KPS2K telah menginisiasi lahirnya Sekolah Perempuan Pedesaan (SPP) di desa Kesamben Kulon dan desa Mondoluku. Ada 10 SPP yang berdiri di 2 desa tersebut dengan sebaran ada di masing-masing dusun, jumlah perempuan yang terdaftar dalam SPP ini sekitar 230 orang yang berusia 16 – 70 tahun. SPP ini bukan sekolah formal seperti yang sering ditemui, namun merupakan salah satu bentuk dari pendidikan alternatif atau pendidikan non formal jadi SPP ini tidak memerlukan pembangunan gedung sekolah dan jadwal yang ketat tapi disesuaikan dengan kondisi dan situasi para perempuan yang ada di desa. Metode pembelajaran yang dilakukan harus menyenangkan dan kreatif karena para peserta SPP juga berlatarbelakang masyarakat miskin, buta aksara dan korban dari ketidakadilan gender. …

Read More »

Workshop Multistakeholders

Gresik – Pada 12 Pebruari 2014 diselenggarakan workshop multistakeholders di 2 desa (Kesamben Kulon dan Mondoluku). Dari workshop tersebut terbentuk Forum Kesamben Kulon (Forkes) dan Forum Mondoluku (Formon).

Read More »

Diskusi dengan Dewan Riset Daerah Jawa Timur

Surabaya – Pada 20 Pebruari 2014 diadakan diskusi dengan Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Jawa Timur. Tim GW berdiskusi dengan DRD tentang isu feminisasi kemiskinan dan mainstreaming gender di Jawa Timur. Sambutan DRD Jatim kepada Tim GW KPS2K sangat baik dan apresiatif, bahkan Prof. Hotman Siahaan (Ketua DRD Jatim) menyatakan: “Kami senang diskusi dengan teman-teman KPS2K dalam program Gender Watch ini, ke depan kalau ada keperluan sharing pemikiran kami akan mengundang teman-teman KPS2K”. Di samping menyambut dan menjamu dengan sangat cukup, pihak DRD juga mendukung realisasi program GW di Jawa Timur.

Read More »

Talk show Radio “Feminisasi Kemiskinan”

UUD 1945 Pasal 28 H (amandemen kedua) menyatakan bahwa: “Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagaimana manusia yang bermartabat”, dan Pasal 34 – ayat 2 (amandemen keempat) menyatakan, bahwa: “Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan”. Di samping itu, Ketetapan MPR No. X/MPR/2001 tentang Laporan Pelaksanaan Putusan MPR RI oleh Lembaga Tinggi Negara pada Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2001 juga menugaskan kepada Presiden untuk membentuk sistem jaminan sosial nasional dalam rangka memberi perlindungan sosial yang lebih menyeluruh dan terpadu. Kegiatan untuk mendukung advokasi adalah melakukan penyadaran publik melalui talkshow radio terkait dengan masalah feminisasi kemiskinan di Jawa Timur.

Read More »

Konsolidasi Internal Tim Gender Watch

Selama 25 hari tim Gender Watch Kelompok Perempuan dan Sumber-sumber Kehidupan (KPS2K) mulai melakukan berbagai macam kegiatan pada tahap persiapan social  program perlindungan social yang ada dimasyarakat. Tahap Konsolidasi internal dilakukan agar tim pelaksana program gender watch memahami seluruh tahapan-tahapan serta kegiatan yang direncanakan dalam program ini. “Saya merasa senang terlibat dalam program ini karena dapat berkontribusi langsung dalam proses melahirkan pemimpin perempuan” (komentar dari staf lapangan Gender Watch KPS2K). Pertemuan tim menghasilkan antara lain panduan pertanyaan yang akan digunakan oleh tim dalam melakukan wawancara dan diskusi dengan penerima manfaat yakni para perempuan miskin dan marginal di desa Kesamben Kulon dan desa Mondoluku.

Read More »