Home » Perempuan (page 10)

Perempuan

Solidaritas Aksi Mogok Makan Mendukung Advokasi UU PRT

Pada tanggal 23 Maret 2015, KPS2K yang tergabung dalam “Solidaritas Aksi Mogok Makan Mendukung Advokasi UU PRT” yang terdiri dari 28 peserta perwakilan dari unsur NGO, Akademisi, masyarakat, hingga SKPD, melakukan aksi terkait advokasi terhadap RUU PRT yang menghilang dari prolegnas. Aksi yang dimulai dengan melakukan march dari pendopo alun-alun Kabupaten Gresik menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gresik, berlangsung secara damai dan tertib. Aksi mogok makan yang dilakukan merupakan bentuk empati atas kondisi PRT baik di Indonesia maupun di luar negeri, yang tak kunjung mendapatkan perlindungan hukum yang serius dari pemerintah. Kondisi yang demikian, juga berdampak pada posisi pekerja rumah tangga yang secara mayotitas adalah kaum perempuan. Dimana, sejauh yang dapat diketahui selama ini, terdapat posisi diskriminatif terhadap kaum …

Read More »

Diskusi Terfokus Tentang Pemutakhiran Data untuk Program Perlindungan Sosial

Warung Legend, 17 Maret 2015 Kegiatan “Diskusi Terfokus Tentang Pemutakhiran Data untuk Program Perlindungan Sosial” yang di selenggarakan oleh KPS2K (Kelompok Perempuan dan Sumber-sumber Kehidupan), dimulai pada pukul 09.30 wib, dengan diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari unsur pemerintah daerah, pemerintah desa, Akademisi, NGO, dan pihak-pihak lain yang memiliki komitmen untuk mendorong adanya proses partisipasi dalam pendataan yang lebih baik. Kegiatan ini bagian dari gerakan pemantauan bersama (Gender Watch) terhadap program perlindungan sosial di Kab. Gresik yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas instansi pemerintah dan masyarakat sipil terkait dengan membangun data alternatif yang partisipatif. Dalam acara ini disampaikan presentasi Telaah RPJMN 2015 dalam program Pengarusutamaan Gender dan Program Perlindungan Sosial oleh Iva Hasanah S.T, S.Sos (Direktur KPS2K) terkait implementasi program …

Read More »

RIP Aktivis Perempuan “Zohra Andi Baso”

Read More »

International Women’s Day: Para Pekerja Rumah Tangga Se-Tanah Air, Bersatulah!

Peringatan International Women’s Day atau di Indonesia dikenal sebagai Hari Perempuan Internasional, kiranya akan mampu menjadi titik awal kebangkitan perempuan untuk lepas dari belenggu patriarki. Bersamaan dengan itu, suara sayup kaum perempuan yang saat ini mengalami ketertindasan juga wajib untuk turut dipropagandakan. Kasus PRT yang bekerja di Indonesia dan luar negeri, adalah salah satu kasus yang urgent bagi kaum perempuan saat ini. Kasus kekerasan, diskriminasi, dan tak kunjung hadirnya pemerintah dalam tragedi ‘dehumanisasi’ yang dialami oleh para kaum PRT, seolah menjadi cambuk semangat bagi para pejuang kaum perempuan dan laki-laki yang tergabung dalam “Aliansi Perempuan Jawa Timur” untuk melakukan aksi memperjuangkan hilangnya hak-hak kaum perempuan. Tepat pada hari Minggu, tanggal 8 Maret 2015, aliansi yang terbentuk dari beberapa organisasi yaitu …

Read More »

Pelatihan Kepemimpinan Perempuan dan Perlindungan Sosial Tahap 1

“Perempuan Hebat, Berjuang Untuk Mandiri dan Jaya” Pelatihan kepemimpinan perempuan dan perlindungan sosial tahap 1 ini dilaksanakan karena mayoritas perempuan di desa Sooko dan Sumber Gede ini adalah perempuan yang sangat tergantung dengan suami, sebagai contoh mereka sangat sulit untuk mengikuti sekolah perempuan dengan alasan khawatir anak terlantar dan dimarahi oleh suami, kalau tidak menuruti perintah suami akan dicerai atau tidak diberi nafkah, bentuk-bentuk KDRT sangat nampak pada sikap suami yang tidak memberikan kesempatan pada istri untuk terlibat kegiatan diluar rumah. Kegiatan ini dilakukan selama 4 hari pada Senin-Jumat, 23-27 Februari 2015 di Hotel Tretes Raya Prigen, Pasuruan-Jawa Timur.Peserta dalam pelatihan ini adalah 33 ibu-ibu anggota sekolah perempuan, yang terdiri dari5 sekolah perempuan desa Sumber Gede dan 4 sekolah perempuan …

Read More »

Urgensi Penguatan Kapasitas Pengumpulan Data bagi Komunitas perempuan Miskin

Untuk siapakah perlindungan sosial ? Sejak zaman orde baru hingga saat ini, program perlindungan sosial selalu diikuti dengan polemik tanpa akhir. Korupsi, Kolusi, nepotisme, ditambah lagi dengan mekanisme pendataan yang arbitrer atau bersifat top down, akhirnya memberikan sedikit ruang partisipasi bagi masyarakat miskin. Dalam implementasi program perlindungan sosial, permasalahan tidak tepat sasaran menjadi fenomena yang paling mudah untuk ditemukan, dan kondisi ini selalu berulang tanpa ada penyelesaian serius dari pemerintah. Mungkin, jika boleh hanya menentukan satu – dari banyak faktor – terkait problematika distribusi perlindungan sosial adalah model pendataan yang tidak partisipatoris. Pendataan yang tidak partisipatif cenderung berdampak ketidak pahaman masyarakat terhadap mekanisme dan peraturan perlindungan sosial terkait sehingga pada akhirnya menimbulkan ketidakpuasan masyarakat bahkan tidak jarang pula memicu konflik. …

Read More »

Pelatihan Kepemimpinan Perempuan, Perlindungan Sosial Tahap 2, dan Penguatan Kapasitas Tim Pemantau Komunitas Untuk Pengumpulan Data

Kegiatan “Pelatihan Kepemimpinan Perempuan, Perlindungan Sosial Tahap 2, dan Penguatan Kapasitas Tim Pemantau Komunitas Untuk Pengumpulan Data” dilakukan pada 26-30 Januari 2015 di Hotel Ibis Rajawali, Surabaya. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu-Ibu komunitas sejumlah 32 orang yang berasal dari Desa Mondoluku dan Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, Gresik. Pelatihan yang dilaksanakan kali ini, adalah kelanjutan dari pelatihan sebelumnya yang dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2014 di Hotel Tretes Raya, Pasuruan. Pelatihan kepemimpinan perempuan dan perlindungan sosial tahap 2 ini bertujuan untuk memperkuat perspektif gender dan pluralisme kelompok perempuan miskin penerima manfaat dan kelompok-kelompok pendukung untuk mendorong kepemimpinan perempuan dalam pemantauan program perlindungan sosial. Sebelum kegiatan pelatihan, tahapan yang dilakukan adalah perekrutan peserta pelatihan pada 2 sekolah perempuan tingkat desa (desa …

Read More »

Workshop Penguatan Forum Multipihak Kabupaten untuk Mendukung “Pemantauan Bersama” terhadap Program Perlindungan Sosial dengan Perspektif Keadilan Gender dan Inklusif

Workshop Penguatan Forum Multipihak Kabupaten untuk Mendukung “Pemantauan Bersama” terhadap Program Perlindungan Sosial dengan Perspektif Keadilan Gender dan Inklusif Program-program perlindungan sosial penting diketahui oleh masyarakat luas agar dapat diakses dengan mudah dan tepat sasaran. Seperti kita simak atau baca bersama di media massa, masih terdapat ketidaktahuan masyarakat terhadap program-program tersebut dan berdampak pada program-program tersebut tidak sesuai dengan harapan, dan masyarakat tidak dapat memanfaatkan program-program tersebut. Selain akses, penting juga untuk memastikan apakah program-program perlindungan sosial tersebut dapat menyejahterakan masyarakat. Oleh karena itu, salah satu cara untuk melihat apakah program perlindungan sosial tersebut bisa mensejahterakan masyarakat adalah dengan melaksanakan monitoring dan evaluasi. Agar monitoring dan evaluasi ini bisa bermanfaat maka partisipasi dari berbagai pihak sangat diperlukan. Salah satu model …

Read More »

Feminisasi Kemiskinan: Persoalan dan Penanganan

Pada 20 Januari 2015, KPS2K menyelenggarakan seminar tentang feminisasi kemiskinan (kemiskinan perempuan). Seminar ini terselenggara sebagai rangkaian kegiatan gender watch (pemantauan bersama berbasis gender) terhadap program perlindungan sosial yang bekerja sama dengan Institut Kapal Perempuan melalui program Mampu yang disupport oleh Ausaid. Seminar tentang feminisasi kemiskinan sangat menarik untuk dicermati, sebab faktanya memang kemiskinan cenderung berwajah perempuan. Di sinilah kemudian muncul istilah feminisasi kemiskinan (kemiskinan perempuan). Kemiskinan perempuan ini terjadi akibat perlakukan-perlakuan yang meosisikan perempuan menjadi miskin. Perempuan miskin, tidak hanya perempuan yang tidak mampu secara finansial. Akan tetapi perempuan miskin itu bisa juga berupa kondisi perempuan yang tidak mampu berpartisipasi dalam hal pembangunan, tidak mampu mengakses pendidikan yang layak, sulitnya mengakses kesehatan reproduksi, dan lain-lain yang membuat perempuan semakin …

Read More »

Urgensi Peran Forum Multi Pihak

Pada 15 Januari 2015, KPS2K menyelenggarakan Kampanye Publik Gerakan Gender Watch (Gender Watch Movement). Kampanye ini dihadiri oleh 612 peserta anggota sekolah perempuan dari 4 desa (Sooko, Sumber Gede, Mondoluku dan Kesamben Kulon). Acara ini diselenggarakan di Balai Dusun Sooko, Desa Sooko, Kecamatan Wringin Anom, Kabupaten Gresik. Dalam acara kampanye publik tersebut, kehadiran Wakil Bupati Gresik (Mohammad Qosim) membuat acara semakin semarak. Ditambah lagi penampilan ibu-ibu perempuan yang tergabung dalam sekolah perempuan dengan beragam kreasinya yang menarik membuat suasana acara semakin meriah. Tidak hanya itu, wujud ekspresi dan kreasi seni yang ditampilkan, merupakan simbol atas liberation of woman (pembebasan perempuan) dari domestifikasi dan kebudayaan patriarki. Acara kampanye publik juga diikuti oleh pengesahan forum multi pihak desa Sooko dan Sumber Gede. …

Read More »