Home » Perempuan (page 10)

Perempuan

Pelatihan Kepemimpinan Perempuan, Perlindungan Sosial Tahap 2, dan Penguatan Kapasitas Tim Pemantau Komunitas Untuk Pengumpulan Data

Kegiatan “Pelatihan Kepemimpinan Perempuan, Perlindungan Sosial Tahap 2, dan Penguatan Kapasitas Tim Pemantau Komunitas Untuk Pengumpulan Data” dilakukan pada 26-30 Januari 2015 di Hotel Ibis Rajawali, Surabaya. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu-Ibu komunitas sejumlah 32 orang yang berasal dari Desa Mondoluku dan Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, Gresik. Pelatihan yang dilaksanakan kali ini, adalah kelanjutan dari pelatihan sebelumnya yang dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2014 di Hotel Tretes Raya, Pasuruan. Pelatihan kepemimpinan perempuan dan perlindungan sosial tahap 2 ini bertujuan untuk memperkuat perspektif gender dan pluralisme kelompok perempuan miskin penerima manfaat dan kelompok-kelompok pendukung untuk mendorong kepemimpinan perempuan dalam pemantauan program perlindungan sosial. Sebelum kegiatan pelatihan, tahapan yang dilakukan adalah perekrutan peserta pelatihan pada 2 sekolah perempuan tingkat desa (desa …

Read More »

Workshop Penguatan Forum Multipihak Kabupaten untuk Mendukung “Pemantauan Bersama” terhadap Program Perlindungan Sosial dengan Perspektif Keadilan Gender dan Inklusif

Workshop Penguatan Forum Multipihak Kabupaten untuk Mendukung “Pemantauan Bersama” terhadap Program Perlindungan Sosial dengan Perspektif Keadilan Gender dan Inklusif Program-program perlindungan sosial penting diketahui oleh masyarakat luas agar dapat diakses dengan mudah dan tepat sasaran. Seperti kita simak atau baca bersama di media massa, masih terdapat ketidaktahuan masyarakat terhadap program-program tersebut dan berdampak pada program-program tersebut tidak sesuai dengan harapan, dan masyarakat tidak dapat memanfaatkan program-program tersebut. Selain akses, penting juga untuk memastikan apakah program-program perlindungan sosial tersebut dapat menyejahterakan masyarakat. Oleh karena itu, salah satu cara untuk melihat apakah program perlindungan sosial tersebut bisa mensejahterakan masyarakat adalah dengan melaksanakan monitoring dan evaluasi. Agar monitoring dan evaluasi ini bisa bermanfaat maka partisipasi dari berbagai pihak sangat diperlukan. Salah satu model …

Read More »

Feminisasi Kemiskinan: Persoalan dan Penanganan

Pada 20 Januari 2015, KPS2K menyelenggarakan seminar tentang feminisasi kemiskinan (kemiskinan perempuan). Seminar ini terselenggara sebagai rangkaian kegiatan gender watch (pemantauan bersama berbasis gender) terhadap program perlindungan sosial yang bekerja sama dengan Institut Kapal Perempuan melalui program Mampu yang disupport oleh Ausaid. Seminar tentang feminisasi kemiskinan sangat menarik untuk dicermati, sebab faktanya memang kemiskinan cenderung berwajah perempuan. Di sinilah kemudian muncul istilah feminisasi kemiskinan (kemiskinan perempuan). Kemiskinan perempuan ini terjadi akibat perlakukan-perlakuan yang meosisikan perempuan menjadi miskin. Perempuan miskin, tidak hanya perempuan yang tidak mampu secara finansial. Akan tetapi perempuan miskin itu bisa juga berupa kondisi perempuan yang tidak mampu berpartisipasi dalam hal pembangunan, tidak mampu mengakses pendidikan yang layak, sulitnya mengakses kesehatan reproduksi, dan lain-lain yang membuat perempuan semakin …

Read More »

Urgensi Peran Forum Multi Pihak

Pada 15 Januari 2015, KPS2K menyelenggarakan Kampanye Publik Gerakan Gender Watch (Gender Watch Movement). Kampanye ini dihadiri oleh 612 peserta anggota sekolah perempuan dari 4 desa (Sooko, Sumber Gede, Mondoluku dan Kesamben Kulon). Acara ini diselenggarakan di Balai Dusun Sooko, Desa Sooko, Kecamatan Wringin Anom, Kabupaten Gresik. Dalam acara kampanye publik tersebut, kehadiran Wakil Bupati Gresik (Mohammad Qosim) membuat acara semakin semarak. Ditambah lagi penampilan ibu-ibu perempuan yang tergabung dalam sekolah perempuan dengan beragam kreasinya yang menarik membuat suasana acara semakin meriah. Tidak hanya itu, wujud ekspresi dan kreasi seni yang ditampilkan, merupakan simbol atas liberation of woman (pembebasan perempuan) dari domestifikasi dan kebudayaan patriarki. Acara kampanye publik juga diikuti oleh pengesahan forum multi pihak desa Sooko dan Sumber Gede. …

Read More »

PUBLIKASI GERAKAN PEMANTAUAN BERBASIS GENDER

“Gerakan partisipasi perempuan dalam mendorong pemantauan berbasis gender terhadap program perlindungan sosial agar berpihak pada perempuan, kelompok marginal dan masyarakat miskin” Pada 15 Januari 2015, KPS2K melakukan publikasi gerakan pemantauan berbasis gender. Kegiatan publikasi ini menggambarkan keberhasilan KPS2K bersama Institut Kapal Perempuan dalam melaksanakan program Gender Watch, sejak Oktober 2013 sampai dengan september 2014 (tahun ke-1). Kegiatan ini dihadiri 519 perempuan miskin yang masuk dalam anggota sekolah perempuan, 81 orang dari forum multipihak empat desa wilayah program, 7 orang dari forum multipihak kabupaten Gresik, ketua Gerakan Organisasi Wanita, danWakil Bupati Gresik. Dalam sekolah perempuan, perempuan-perempuan miskin melakukan pemantauan bersama untuk perbaikan program perlindungan sosial. Perbaikan program perlindungan sosial tidak berarti menuntut adanya perubahan/penambahan anggaran baru, tertapi perbaikan target penerima program …

Read More »

Pembentukan Sekolah Perempuan Tingkat Desa

Pendidikan merupakan hak yang harus diperoleh semua warga negara, seperti yang tertulis dalam pasal 5 UU RI tentang sistem pendidikan nasional. Namun pada pelaksanaannya pendidikan salah satu bidang yang sering dipandang memiliki masalah bias gender. Persoalan bias gender dalam pendidikan bukan dari aspek pendidikan itu sendiri, melainkan dari para pelaku dunia pendidikan yang sering mengabaikan aspek kesetaraan gender di dalamnya. Di satu sisi peran pendidik sering diidentikkan dengan perempuan karena pekerjaan ini lebih mengutamakan kesabaran, ketelatenan, dan kepedulian yang hal tersebut identik dengan sifat feminin kaum perempuan, sementara disisi lain akses kaum perempuan ke dunia pendidikan masih merupakan masalah besar. Dibeberapa daerah Indonesia masih sering dijumpai persoalan orang dewasa tidak bisa baca-tulis atau tuna aksara, dan kebanyakan adalah perempuan. Contohnya …

Read More »

SOSIALISASI GENDER WATCH DI DESA SUMBER GEDE

Pada 27 Nopember 2014, pukul 13.30-15.30 WIB, di Balai Desa Sumber Gede, diadakan pertemuan antara pihak Tim Gender Watch KPS2K dengan pihak aparat dan tokoh masyarakat desa Sumber Gede Kecamatan Wringin Anom Kabupaten Gresik. Kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan program gender watch tahun kedua, meminta dukungan dan masukan dari aparat dan tokoh masyarakat setempat. Oleh karena itu kegiatan ini diberi nama “Sosialisasi Program Gender Watch di Desa Sumber Gede”. Kegiatan sosialisasi gender watch di desa Sumber Gede dihadiri oleh 34 orang peserta dari aparat desa dan tokoh masyarakat (17 perempuan dan 17 laki-laki). Kegiatan ini diawali dengan pembukaan MC dari pihak desa. Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Sumber Gede yang merasa senang dengan kehadiran teman-teman KPS2K yang …

Read More »

PERTEMUAN TIM PEMANTAU KABUPATEN (TPKAB) PASKA WORKSHOP NASIONAL

Pertemuan TPKab paska workshop nasional dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 23 Desember 2014 di kantor Pemkab Gresik lantai 4 ruang Argo Lengis. Pertemuan ini dihadiri oleh 24 orang peserta Tim Pemantau Kabupaten (21 pr, 3 lk). Dalam pertemuan TPKab ini, M. Fahmi memandu pembukaan dan memaparkan tujuan pertemuan. Inti dari pertemuan ini adalah menyampaikan hasil workshop nasional tim pemantau kabupaten yang diselenggarakan pada tanggal 12-16 Desember 2014 di Jakarta. Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan pengenalan beberapa jenis analisis gender yang menjadi salah satu materi di workshop nasional tpkab. Untuk melihat kuota perempuan dalam sebuah forum, jenis analisis yang dipakai adalah pathway (gap-gender analysis pathway). Sementara itu, jika ingin melihat kualitas perempuan, sejauh mana perempuan itu dapat berpartisipasi dalam pembangunan, maka jenis …

Read More »

Sekolah Perempuan Pedesaan

Kegiatan Pembelajaran Sekolah Perempuan Pedesaan yang dikembangkan oleh KPS2K bertujuan untuk mengembangkan Pendidikan Adil Gender untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi perempuan seperti tingginya akan buta aksara perempuan, kurangnya penghasilan dan persoalan-persoalan lainnya yang khas dihadapi perempuan seperti kasus pemaksaan pernikahan anak, poligami, KDRT, beban ganda perempuan, kurangnya keterlibatan perempuan dalam pembuatan kebijakan di Komunitas, adanya konflik horizontal antar warga dan isu-isu kekerasan terhadap perempuan lainnya. Sekolah Perempuan ini diharapkan juga menjadi salah satu solusi tepat sebagai upaya merespon kebutuhan-kebutuhan perempuan untuk berorganisasi dan mengaktualisasi diri, Sekolah Perempuan diharapkan juga dapat menjadi pusat-pusat kegiatan bersama perempuan di komunitas dan dapat menjadi organisasi akar rumput yang disegani di komunitas. Sekolah Perempuan ini juga memiliki tujuan untuk melahirkan pemimpin-pemimpin perempuan yang berperspektif …

Read More »

Seminar dan Workshop Perlindungan Sosial

Kegiatan ini serangkaian dengan seminar yang dilakukan sebelum kegiatan workshop dilakukan. Kegaiatan ini diadakan bertujuan untuk memperkuat posisi komite pemantau dan kapasitasnya untuk melakukan “Pemantauan Bersama” terhadap program perlindungan sosial dengan perspektif keadilan gender dan inklusif. Kegiatan workshop dihadiri 31 orang yang terdiri dari 7 orang laki-laki, 24 orang perempuan. Peserta yang hadir adalah 12 orang dari tim pemantau komunitas, 8 orang dari tim pemantau kabupaten dari unsur SKPD, NGO, Akademisi dan 11 orang panitia dan fasilitator. Pembukaan acara dilakukan oleh Wakil Bupati Kabupaten Gresik yaitu Bapak H. Moch. Qosim M.Si sekaligus pembukaan untuk acara seminar. Hari pertama workshop dimulai pada pukul 14.30 diawali dengan perkenalan yang difasilitatori Iva Hasanah. Sei perkenalan peserta diminta fasilitator untuk menuliskan nama, asal lembaga, …

Read More »