Home » Anak » Peluncuran Laporan Indeks Gender SDGs di Indonesia “Data Mendorong Perubahan:”

Peluncuran Laporan Indeks Gender SDGs di Indonesia “Data Mendorong Perubahan:”

Institut KAPAL Perempuan merupakan salah satu organisasi perempuan yang melakukan review terhadap penyusunan indeks gender SDGs yang dilakukan oleh sebuah jaringan internasional yaitu Equal Measures atau  EM2030. Indeks gender yang disusun mencakup 12 tujuan SDGs di enam negara yaitu Indonesia, Senegal, Kolumbia, Elsavador, India, Nigeria dan Kenya. Indeks Gender SDGs digunakan untuk melakukan perbandingan lintas-negara dan analisis yang mendalam serta untuk mengkaji tentang permasalahan kesetaraan gender terhadap keseluruhan SDG dan mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ‘hilang’ dan tidak tercermin secara memadai dalam data global yang tersedia saat ini.

 

Dalam indeks gender ini, Indonesia menduduki urutan kedua terbaik setelah Kolumbia dan mendapat kategori baik untuk SDGs tujuan 1, 4, 5, 17 dan 8 (penghapusan kemiskinan, pendidikan, kesetaraan gender, kemitraan dan pekerjaan dan pertmbuhan). Disamping kemajuan tersebut, ada dua tujuan yang nilainya paling lemah dibanding negara lainnya yaitu SDGs tujuan 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan) dan 10 (ketimpangan).

Indeks gender SDGs di Indonesia yang dinyatakan baik ditunjukkan dengan prestasi Indonesia dalam menurunkan angka kemiskinan, kemajuan tingkat partisipasi sekolah, posisi perempuan dalam jabatan penting terutama jumlah menteri perempuan dan khusus tujuan 17 kemajuan sistem perpajakannya dinilai paling progresif diantara enam negara yang diteliti pada tahun 2015 dan keterbukaan statistik gender pada tahun 2017. Meski kesetaraan gender tergolong baik, Indonesia masih mempunyai masalah besar yaitu tingginya angka perkawinan anak perempuan yang dilegitimasi oleh budaya dan kebijakan berbasis norma-norma konservatif dan patriarki.

 

Adapun dua tujuan SDGs yang lemah dibanding lima negara lainnya adalah tujuan 8 ditunjukkan dengan rasio tertinggi perempuan terhadap laki-laki yang dianggap sebagai “pekerja penyumbang keluarga” (contributing family workers) pada tahun 2017 mencerminkan pekerjaan yang rentan (seringkali tidak berbayar) jauh lebih banyak mempekerjakan perempuan daripada laki-laki. Tujuan 10 ditunjukkan dengan lemahnya komitmen Indonesia terhadap kesetaraan gender dalam Konstitusi nasionalnya (sejajar dengan El Salvador) pada tahun 2017.

 

Penyediaan indeks gender SDGs ini merupakan upaya dukungan terhadap pengarusutamaan isu-isu gender ke dalam seluruh tujuan dengan prinsip ‘tidak membiarkan satu orangpun tertinggal’. Sengaja diluncurkan dalam rangkaian “Bulan Peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan”. oleh Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) Leny Rosalin, M.Sc. Sambutan kunci yang diberikan adalah pentingnya kesadaran tentang masalah dan upaya pencegahan perkawinan anak di Indonesia. Perkawinan anak mengancam pencapaian SDGs, terutama dalam pencapaian pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain-lain.

 

Partisipan yang hadir sekitar 150 dari Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Bali dan Jakarta. Mereka berasal dari kalangan organisasi non pemerintah, akademisi, organisasi perempuan akar rumput, pemerintah daerah, pemerintah nasional mitra pembangunan internasional dan Kedutaan. Dalam pertemuan ini akan disajikan presentasi indeks gender SDGs oleh Jessica Lomelin (Head of Media and Communications Equal Measures 2030) dan Justin Anthonie (Koordinator Advokasi Institut KAPAL Perempuan).

Diskusi Indeks gender  SDGs yang dipandu oleh Mh. Firdaus ini menghadirkan narasumber pembahas dari:

  • Badan Pusat Statistik: Gantjang Amannullah, Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS
  • Mia Siscawati, Dewan Penasehat Pusat Kajian Wanita dan Gender-Universitas Indonesia.
  • Riza Damanik, Asisten Koordinator Staf Khusus Presiden.
  • Soerati Mardhiyaningsih, Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender Dinas Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten, Gresik
  • Sonya Hellen, Wakil Editor Desk Ekonomi dan Desk Humaniora Harian KOMPAS.
  • Ning Setyani, Sekretaris Sekolah Perempuan DKI Jakarta

 

Institut KAPAL Perempuan:

Alamat: Jl. Kalibata Timur Raya No. 5 RT. 03/RW. 10, Jakarta Selatan

Email: office@kapalperempuan.org

Website: www.kapalperempuan.org

Twitter : @KAPAL_Perempuan

 

Kontak Person:

  • Misiyah (Direktur): 0811 1492264
  • Budhis Utami (Deputy): 0813 10108334
  • Firdaus (Anggota Dewan Eksekutif): 0818 944921
  • Justin (Koord. Advokasi): 081322019503,

(rum).

Baca Juga

Pembelajaran Sekolah Perempuan Desa Brangkal Tahap 1

Sekolah Perempuan Desa Brangkal Kecamatan Balongpanggang merupakan Sekolah Perempuan ke 15 di Kabupaten Gresik. Untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.