Home » Kelompok Marjinal » Pelatihan Kepemimpinan Perempuan, Perlindungan Sosial Tahap 2, dan Penguatan Kapasitas Tim Pemantau Komunitas Untuk Pengumpulan Data

Pelatihan Kepemimpinan Perempuan, Perlindungan Sosial Tahap 2, dan Penguatan Kapasitas Tim Pemantau Komunitas Untuk Pengumpulan Data

Kegiatan “Pelatihan Kepemimpinan Perempuan, Perlindungan Sosial Tahap 2, dan Penguatan Kapasitas Tim Pemantau Komunitas Untuk Pengumpulan Data” dilakukan pada 26-30 Januari 2015 di Hotel Ibis Rajawali, Surabaya. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu-Ibu komunitas sejumlah 32 orang yang berasal dari Desa Mondoluku dan Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, Gresik. Pelatihan yang dilaksanakan kali ini, adalah kelanjutan dari pelatihan sebelumnya yang dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2014 di Hotel Tretes Raya, Pasuruan.

Pelatihan kepemimpinan perempuan dan perlindungan sosial tahap 2 ini bertujuan untuk memperkuat perspektif gender dan pluralisme kelompok perempuan miskin penerima manfaat dan kelompok-kelompok pendukung untuk mendorong kepemimpinan perempuan dalam pemantauan program perlindungan sosial.

Sebelum kegiatan pelatihan, tahapan yang dilakukan adalah perekrutan peserta pelatihan pada 2 sekolah perempuan tingkat desa (desa Kesamben Kulon dan desa Mondoluku) melalui pertemuan-pertemuan sekolah perempuan dengan metode diskusi yang demokratis dan partisipatif. Setiap anggota sekolah perempuan boleh mengajukan diri asalkan memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Aktif dalam mengikuti sekolah perempuan tingkat desa.
  2. Pernah mengikuti pelatihan tahap 1.
  3. Mempunyai jiwa relawan/ sosial.
  4. Berani berbicara di depan umum.
  5. Bisa meninggalkan keluarga selama 6 hari mengikuti pelatihan.
  6. Mempunyai keinginan untuk belajar.
  7. Sanggup menerapkan hasil pelatihan bagi dirinya sendiri.
  8. 80% berasal dari kelompok perempuan miskin, 20% berasal dari kelompok perempuan menengah/kader.

Dalam pelatihan ini menggunakan metode partisipatoris yang berbasis pada pengalaman nyata yang dialami oleh para perempuan komunitas baik yang terkait dengan dirinya sendiri maupun yang dialami oleh perempuan miskin di desa masing-masing. Sehingga peserta terlibat secara aktif dalam penggalian nilai-nilai dan pandangan yang merugikan perempuan, sekaligus berpartisipasi langsung dalam pemecahan masalah.

Materi pelatihan pada dasarnya mencakup materi-materi yang akan memperkuat peserta dalam hal konsep keadilan gender dan pluralisme, dampak konsep gender dan pandangan yang tidak plural terhadap kemiskinan dan kepemimpinan perempuan, analisis sosial berperspektif keadilan gender, pemahaman tentang program perlindungan sosial di wilayah terkait dan kesehatan reproduksi.

Targetnya adalah tumbuh dan terkuatkannya perspektif keadilan gender dan pluralisme serta dapat memberikan contoh berdasarkan pengalaman pribadinya, tumbuh dan terkuatkannya pemahaman tentang dampak konsep gender dan pandangan yang tidak plural terhadap kemiskinan dan kepemimpinan perempuan, meningkatnya pemahaman tentang perlindungan sosial, khususnya yang terkait program perlindungan sosial bidang kesehatan, adanya pemahaman tentang pentingnya kepemimpinan dan pengorganisasian perempuan untuk memperjuangkan hak-haknya, ada 75 persen peserta pelatihan yang meningkat pemahamannya dan kemampuannya dalam melakukan analisis sosial berprespektif keadilan gender, tertingkatnya kemampuan tim Gender Watch dalam menfasiitasi pelatihan kepemimpinan perempuan. (rn)

Baca Juga

Pengibaran bendera merah putih oleh 6 ibu-ibu Sekolah Perempuan Gresik

Upacara HUT RI  Kemerdekaan ke 74, 17 Agustus 2019 di bukit Sekapuk menjadi momen yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.