Home » Kelompok Marjinal » Peluncuran Sekolah Perempuan Pedesaan “Dengan Semangat Kartini dan Keberagaman, Perempuan Miskin Desa Bangkit dan Berjuang Melawan Pemiskinan”

Peluncuran Sekolah Perempuan Pedesaan “Dengan Semangat Kartini dan Keberagaman, Perempuan Miskin Desa Bangkit dan Berjuang Melawan Pemiskinan”

Dalam program penguatan perempuan akar rumput, KPS2K telah menginisiasi lahirnya Sekolah Perempuan Pedesaan (SPP) di desa Kesamben Kulon dan desa Mondoluku. Ada 10 SPP yang berdiri di 2 desa tersebut dengan sebaran ada di masing-masing dusun, jumlah perempuan yang terdaftar dalam SPP ini sekitar 230 orang yang berusia 16 – 70 tahun. SPP ini bukan sekolah formal seperti yang sering ditemui, namun merupakan salah satu bentuk dari pendidikan alternatif atau pendidikan non formal jadi SPP ini tidak memerlukan pembangunan gedung sekolah dan jadwal yang ketat tapi disesuaikan dengan kondisi dan situasi para perempuan yang ada di desa.

Metode pembelajaran yang dilakukan harus menyenangkan dan kreatif karena para peserta SPP juga berlatarbelakang masyarakat miskin, buta aksara dan korban dari ketidakadilan gender. Dengan demikian visi dari SPP adalah membongkar kebisuan yang selama ini dialami oleh banyak perempuan miskin. Dianggap tidak penting, bodoh, miskin dan membebani orang lain adalah stigma yang sering mendera mereka.

Dalam program Monitoring Gender (Gender Watch), diharapkan perempuan miskin dapat ditumbuhkan kesadaran kritisnya sehingga mereka dapat bangkit, berjuang dan bersatu untuk melawan Pemiskinan. Peluncuran SPP ini juga dimeriahkan dengan penampilan para peserta didik dari masing-masing SPP yang mencoba untuk dapat membangun kepercayaan dirinya melalui kreasi puisi, pidato, menyanyi dan menari. Antusias mereka ini juga disambut oleh beberapa kalangan sebagai perubahan yang positif terutama dari pemerintah dan media.(va)

Baca Juga

Deklarasi Gerakan Masyarakat Sipil untuk Pencapaian SDGs

Momentum upacara 17 Agustus juga disertai adanya komitmen bersama di kalangan masyarakat Sipil khususnya kelompok …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.