Home » Pendidikan » Pelatihan Adil Gender Program JAPRI WEE-USAID

Pelatihan Adil Gender Program JAPRI WEE-USAID

Pada Okt 2019 sampai dengan September 2021 KPS2K bekerjasama dengan IIE Jakarta dan USAID telah menjalankan program Jadi Pengusaha Mandiri – Women Empowerment Economis (JAPRI WEE).

Ada 2 jenis kegiatan pada Program JAPRI WEE yaitu pelatihan Kewirausahaan untuk perempuan berusia 18 sd 30 tahun yang dilaksanakan oleh MRUF Jakarta dan Pelatihan Gender untuk laki-laki  dilaksanakan oleh KPS2K.

Peserta Pelatihan gender merupakan laki-laki yang berada di lingkungan perempuan alumni peserta pelatihan kewirausahaan program JAPRI WEE seperti suami, orang tua laki-laki, saudara laki-laki, teman laki-laki atau tokoh masyarakat laki-laki.

Selanjutnya Pada April Quater 3, 2021 program WEE JAPRI berkolaborasi dengan program JAPRI PWD (People with Dissabilitas), pelaksana program JAPRI PWD adalah Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Jakarta, peserta pelatihan gender program PWD adalah laki-laki alumni pelatihan kewirausahaan dan laki-laki yang berada di lingkungan perempuan alumni pelatihan kewirausahaan Program JAPRI PWD

Pelatihan gender terlaksana di 8 Kabupaten /kota di Jawa Timur ( Trenggalek, Blitar, Sampang, Gresik, Surabaya, Kediri, Malang dan Bangkalan ), hasil yang dicapai adalah sebagai berikut:

  • 2029 laki-laki telah mengikuti pelatihan gender
  • 1774 dari 2029 ( 87 % ) peserta menyetujui untuk mendukung konsep bahwa laki-laki dan perempuan harus memiliki akses yang sama terhadap sumber daya dan peluang sosial, ekonomi, serta politik
  • 1027 dari 2029 ( 51 % ) peserta laki-laki  dapat diandalkan menjadi champion dalam program-program kesetaraan gender kedepan di kabupaten/kota masing-masing

Secara lengkap hasil dari pelatihan gender dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Pelatihan Gender untuk Kelompok laki-laki telah terlaksana 77 batch  (2029 peserta) terdiri dari 29 batch (786 peserta ) terlaksana di tahun pertama ( Oktober 2019 – September 2020 ) di Kabupaten Trenggalek, Gresik dan Surabaya dan 48 batch ( 1243 peserta ) terlaksana pada tahun ke dua (Oktober 2020 – September 2021) di Kabupaten Trenggalek, Blitar, Surabaya, Bangkalan, Sampang, Kediri, dan Malang.
  • Jika dikelompokkan berdasarkan programnya dapat digambarkan sebagai berikut:
  • Pelatihan Gender untuk kelompok Laki-laki kerjasama program JAPRI WEE telah terlaksana 70 batch, 1896 peserta berasal dari 613 peserta Kabupaten Trenggalek, 285 peserta kabupaten Gresik, 406 peserta Kota Surabaya, 116 peserta kabupaten Blitar, dan 476 peserta Kabupaten Bangkalan, periode waktu pelaksanaan 1 Juni 2020 sampai dengan 29 Agustus 2021
  • Pelatihan Gender untuk Kelompok laki-laki kerjasama program JAPRI PWD telah terlaksana 7 batch, 133 peserta ( 94 penyandang disabilitas; 39 Non Disabilitas ) berasal dari 27 peserta kabupaten Trenggalek, 25 peserta kota Surabaya, 32 peserta kabupaten Blitar, 25 Peserta Kabupaten Malang, dan 24 peserta kabupaten Kediri, periode waktu pelaksanaan 7 April 2021 sampai dengan 16 Agustus 2021

Pelatihan gender (e-training) melalui aplikasi WhatsApp dapat diikuti oleh 20 – 100 peserta yang tergabung dalam satu grup WhatsApp, jangka waktu pelaksanaan selama satu minggu, difasilitasi oleh 2-3 trainer gender dan 1 administrasi/dokumentasi pelatihan, metode penyampaian materi pelatihan dengan menonton video dan film melalui link youtube & whatsapp, membaca modul cetak yang telah dikirimkan kepada masing-masing peserta melalui pos dan soft copy (format word dan pdf) melalui grup WA, diskusi dan tanya jawab baik melalui telepon atau voice note di grup WA atau diskusi secara langsung dengan gender trainer. Peran pelatih gender dalam pelatihan ini adalah merekrut peserta pelatihan gender bekerja sama dengan Trainer Lokal kewirausahaan, memfasilitasi pelatihan gender sampai selesai, mengolah database peserta dan mendokumentasikan pelatihan dibantu oleh staf administrasi dan keuangan.

Pelatihan Kesetaraan Gender untuk Kelompok laki-laki disampaikan dalam 3 sesi,

Sesi 1: Pemahaman konsep sex dan gender

Sesi ini membahas tentang perbedaaan Sex dan Gender, materi ini sebagai dasar pemahaman peserta untuk mengetahui penyebap mengapa perempuan dan laki-laki harus dibedakan perannya secara tegas oleh masyarakat sehingga berdampak ketidakadilan bagi  perempuan

Pada Sesi ini peserta diharapkan memahami bahwa konsep gender ini bermasalah dan karena bemasalah dan bukan kodrat atau bukan pemberian Tuhan maka bisa diubah dan disepakti ulang oleh masyarakat agar lebih adil bagi laki-laki dan perempuan

Sesi 2: Keadilan Gender pada Perempuan Pengusaha

Sesi ini membahas tentang konsep adil gender, arti keadilan gender bagi perempuan pengusaha. dan  dampak positif keadilan gender bagi kehidupan laki-laki dan perempuan serta mendapatkan contoh konkrit praktek adil gender bagi perempuan pengusaha

Pada sesi ini peserta diharapkan mampu memahamii bahwa perempuan berhak atas akses yang setara dengan laki-laki dan perempuan juga memiliki kontrol yang sama dengan laki-laki misalnya: perempuan memiliki hak untuk  mengambil keputusan yang terbaik untuk usaha yang dikembangkannya

Sesi 3: Peran laki-laki dalam mendukung perempuan pengusaha

Sesi ini membahas tentang pentingnya peran laki-laki untuk mewujudkan kondisi adil gender, perlunya peran serta laki-laki secara aktif dan kongkrit agar dapat mengurangi ketidakadilan yang dialami oleh perempuan pengusaha. diberikan contoh ilustrasi kesetaraan gender dalam keluarga

Pada sesi ini peserta diharapkan mampu menginisasi strategi , langkah-langkah dan bentuk dukungan kongkrit bagi  perempuan pengusaha terutama komitmen laki-laki untuk berbagi peran domestik dengan perempuan agar perempuan tidak mengalami beban ganda ketika mengambil peran publik sebagai perempuan pengusaha.

Tujuan utama prakarsa WEE adalah memberdayakan perempuan untuk mengakses peluang ekonomi melalui peningkatan keterampilan kewirausahaan dasar dan memperkuat system pendukung bagi perempuan dalam bisnis.

WEE akan berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Indonesia serta akan berkontribusi pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019

Masih adanya kesenjangan antara laki-laki dan perempuan terutama perempuan yang tidak semua mendapatkan kesempatan yang sama dalam pengambilan keputusan di semua level di bidang politik maupun ekonomi,  maka penting dilakukan pelatihan gender untuk pemangku kepentingan  baru dalam hal ini laki-laki yang berada di lingkungan perempuan yang telah mendapatkan pelatihan kewirausahan oleh program WEE JAPRI sehingga laki-laki  diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha perempuan agar perempuan dapat mandiri secara ekonomi diantaranya melalui kesediaan laki-laki untuk berbagi peran dalam pekerjaan domestik yang selama ini sering dibebankan hanya pada perempuan saja.

Rekomendasi:

  1. Pelatihan gender jarak jauh dengan menggunakan aplikasi whatsapp sangat relevan bagi peserta yang berada di wilayah dengan jangkauan jaringan internet dan alat pendukung komunikasi yang terbatas sehingga modul e training ini dapat terus dikembangkan dengan menyempurnakan materi yang sudah ada, misalnya materi/modul dalam bentuk video dibuat lebih menarik dan tidak membosankan, lebih banyak menampilkan gambar/foto terkait contoh-contoh konsep adil gender dengan durasi waktu lebih singkat
  2. Pengalaman memfasilitasi kelompok disabilitas dalam program JAPRI WEE dan PWD menjadikan tantangan tersendiri bagi organisasi KPS2K untuk menyusun Modul Khusus Pelatihan Gender dengan menggunakan metode yang lebih relevan bagi penyandang Disabilitas
  3. Pengolahan data hasil pelatihan secara manual akan lebih efektif, efisien dan akurat jika menggunakan aplikasi khusus program pengolahan data. (rum).

Baca Juga

Simulasi Fasilitator Komunitas Memfasilitasi Pembelajaran Sekolah Perempuan

  Pada bulan Juli, Agustus dan September 2019, 12 orang Fasilitator Komunitas dari 9 desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.