Home » Kelompok Marjinal » Upacara Bendera Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 73 Bersama Sekolah Perempuan di Lapangan Desa Wonorejo Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik

Upacara Bendera Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 73 Bersama Sekolah Perempuan di Lapangan Desa Wonorejo Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik

“Merdeka! ….Merdeka!… Merdeka!….” Pekik dari 500 peserta undangan Upacara Hari Kemerdekaan RI yang ke 73 pada hari Jumat 17 Agustus 2018 di Lapangan Desa Wonorejo Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik menirukan suara lantang Inspektur Upacara ibu Ir. Soerati Mardhyaningsih Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik.

Merupakan kegiatan tahunan di setiap memperingati hari Kemerdekaan RI, Sekolah Perempuan Kabupaten Gresik rutin menyelanggarakan upacara bendera. Pengibar bendera merah putih pada peringatan HUT RI ke 73 dilakukan  oleh 3 anggota Sekolah Perempuan Desa Wonorejo yaitu Suherni yang sehari-hari sebagai penjual sayur di pasar, Ninis penjual nasi pecel dan Misdiana seorang Buruh Tani, mereka bertiga sukses menaikkan dan membentangkan sang merah putih di angkasa. Yuli sang pemimpin upacara yang sehari-hari berjualan di warung dengan lantang menyerukan hormat bendera yang diikuti gerakan serentak mengangkat tangan di kepala oleh seluruh peserta upacara untuk hormat kepada bendera merah putih yang berkibar penuh wibawa di bawah langit biru

Seluruh petugas upacara bendera adalah anggota Sekolah Perempuan yang sehari-hari adalah ibu rumah tangga dan pekerja sektor informal, merupakan pengalaman tak terlupakan seumur hidup justru  sekarang mendapatkan kesempatan menjadi petugas upacara, suatu kejadian yang tak pernah terlintas dalam mimpi dan angan-angan mereka. Tangis haru tumpah ruah berangkulan diantara mereka setelah sukses menjalankan tugas yang tak mudah dan membutuhkan keberanian dan kepercayaan diri yang teguh.  Keberhasilan ini tak lepas dari tangan dingin pak Kamto dan Pak Supriadi Petugas Polsek Kecamatan Balongpanggang yang telah melatih mereka dengan telaten dan disiplin menjadi petugas upacara hanya dalam waktu 3 hari.

Peserta Upacara terdiri dari 12 Sekolah Perempuan (12 Desa, 5 Kecamatan) Kabupaten Gresik, Pelajar SD Wonorejo, Fatayat, Muslimat, Puskesmas Balongpangang, Karang Taruna, Lansia Desa Wonorejo, PKK, Pemdes, Forum Multipihak Kabupaten Gresik dan KPS2K. Turut hadir juga Kapolsek Balongpanggang, Camat Balongpanggang, Tim medis Puskesmas Balongpanggang beserta 1 unit Ambulance,  Anggota DPR Kabupaten Gresik dan masyarakat umum desa Wonorejo.

Dalam doa yang ditengadahkan kepada Tuhan sang Khalik seluruh peserta mengamini doa tulus untuk   saudara-saudara kita yang sedang berduka di NTB, semoga bencana  Gempa di NTB lekas berakhir dan kehidupan normal kembali bangkit

Kegiatan ini bertujuan untuk Menumbuhkan kesadaran anggota sekolah perempuan akan pentingnya kepemimpinan perempuan, nasionalis, nilai-nilai kebangsaan, keberagaman, pluralisme dan solidaritas untuk mewujudkan SDGs yang berperspektif gender, transformatif dan inklusif.

Diakhir upacara 400 perempuan dari berbagai unsur berkomitmen mendukung kampanye kepemimpinan perempuan untuk pencapaian SDGs 2030 di Indonesia melalui ikrar Perempuan

Berikut Ikrar Perempuan Kabupaten Gesik dalam Peringatan HUT RI yang ke 73:

IKRAR PEREMPUAN

Kami, perempuan Indonesia, bersatu dari berbagai lapisan, dari Sekolah Perempuan Kabupaten Gresik, Perempuan dan laki-laki yang memiliki perjuangan yang sama untuk keadilan, kesetaraan dan penghapusan segala bentuk diskriminasi.

Kami berikrar:

  1. Kami menentang segala bentuk penundukkan terhadap perempuan, terutama penundukkan yang menggunakan ajaran-ajaran dan tafsir agama sepihak, untuk memecah belah bangsa melalui politik SARA, yang pada akhirnya mengancam kemerdekaan dan kedaulatan perempuan.
  2. Kami menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pihak lainnya.
  3. Kami melawan segala bentuk tindakan yang menjadikan perempuan sebagai alat dan obyek politik untuk mendapatkan kekuasaan.
  4. Kami menyatukan tekad untuk memajukan kaum perempuan, menjadikan laki-laki dan perempuan setara, rukun, damai dalam kebhinekaan Indonesia.

Gresik, 17 Agustus 2018

Atas Nama,

Sekolah Perempuan Kabupaten Gresik dan Perempuan dari berbagai kalangan yang memiliki perjuangan yang sama.

(rum).

Baca Juga

Penganugerahan Champion daerah

Penganugerahan Champion daerah untuk pencegahan perkawinan anakkategori Organisasi Masyarakatkepada Kelompok Perempuan dan Sumber-sumber Kehidupan (KPS2K) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.