Home » Lain-Lain » SOSIALISASI GENDER WATCH DI DESA SOOKO

SOSIALISASI GENDER WATCH DI DESA SOOKO

Pada 27 Nopember 2014, pukul 10.00-12.30 WIB, dilaksanakan kegiatan “Sosialisasi Program Gender Watch di Desa Sooko”. Kegiatan ini bertujuanuntuk meyosialisasikan program gender watch tahun kedua, meminta dukungan dan masukan dari aparat dan tokoh masyarakat setempat, agar pelaksanaan program gender watch berjalan dengan lancar dan sukses.

Kegiatan sosialisasi gender watch di Sooko dihadiri oleh 27 orang peserta dari aparat desa dan tokoh masyarakat (14 perempuan dan 13 laki-laki). Kegiatan ini diawali dengan pembukaan dan penjelasan orientasi kegiatan oleh M. Fahmi. Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan dari Rumi Handayani yang mengenalkan tentang organisasi KPS2K. Kemudian sambutan dari pihak aparat desa yang diwakili oleh Sekretaris Desa Sooko (Siswanto). Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Iva Hasanah tentang desain gender watch dan keuntungannya bagi desa dan perempuan di desa. Setelah pemaparan, ada dialog antara pihak desa dengan Iva Hasanah seputar hal-hal yang terkait dengan gender watch. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan umum oleh Ketua BPD Sooko (Ahmad Djazuli), yang menyatakan bahwa pemberdayaan perempuan itu sejalan dengan ajaran Islam. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Modin Sooko.

Dalam kegiatan sosialisasi gender watch ini, diskusi berjalan secara interaktif. Di sela-sela fasilitator menyampaikan materi tentang gender watch dan pentingnya bagi desa dan perempuan, peserta juga menyampaikan pemikirannya dan menyampaikan pertanyaan terkait hal-hal yang belum dipahami. Tampak sekali peserta mendukung implementasi gender watch di desanya. Bahkan ada beberapa masukan yang disampaikan oleh peserta terkait kelancaran dan kebermaknaan implementasi gender watch di desa mereka. Salah satunya, menyarankan mendekati jam’iyah ibu-ibu di desa yang rutin melakukan kumpulan untuk tahlilan, shalawatan, istighotsah, dan lain sebagainya.

Di antara masukannya juga adalah perlu mempersiapkan hal-hal teknis ketika mengumpulkan perempuan-perempuan di desa ini, karena gampang-gampang susah. Pada awal-awal mungkin agak sulit, tetapi kalau dipersiapkan betul teknisnya, relatif kesulitan itu akan dapat diatasi. Ada baiknya juga teman-teman KPS2K ini mendampingi pihak desa dalam rangka menyusun profil desa dan bahkan rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes), dalam rangka menyongsong implementasi undang-undang desa tahun 2014.

Kegiataninimenghasilkanbeberapa point penting, antara lain: (1) Adanya pemahaman dari peserta tentang keberadaan program gender watch di desanya (yakni Sooko); (2) Adanya dukungan dari aparat dan tokoh masyarakat desa Sooko terhadap implementasi program gender watch di desanya; (3) 90 % peserta aktif dalam proses diskusi, dan mengenal tentang desain gender watch kaitannya dengan perlindungan sosial; (4) Adanya masukan dari pihak desa agar program gender watch ini bersinergis dengan kelompok-kelompok dalam jam’iyah perempuan yang sudah ada di desa, dan pihak KPS2K juga perlu membantu mendampingi pihak desa dalam menyusun profil desa dan RPJM Desa.

Dalam pertemuan sosialisasi ini ada beberapa kendala, misalnya, acara yang sudah disiapkan pukul 09.00, mundur menjadi pukul 10.00 WIB, karena kedatangan peserta yang tidak tepat waktu (molor). Kendala berikutnya adalah pertemuan dilakukan di ruang terbuka(dalam kondisi terang benderang), sehingga peralatan projector yang sudah disiapkan tim gender watch kps2k tidak maksimal digunakan, karena materi yang disorot tidak jelas terlihat. Begitu juga dengan film dokumenter (moviemaker) yang sudah disiapkan tidak jadi ditampilkan karena layar sorotnya tidak menampilkan gambar yang jelas (kabur). (fm)

Baca Juga

Pengibaran bendera merah putih oleh 6 ibu-ibu Sekolah Perempuan Gresik

Upacara HUT RI  Kemerdekaan ke 74, 17 Agustus 2019 di bukit Sekapuk menjadi momen yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.