Home » Kelompok Marjinal » Pemeriksaan IVA gratis untuk perempuan miskin

Pemeriksaan IVA gratis untuk perempuan miskin

Dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Sekolah Perempuan, Hari Kartini, dan Hari Bumi, pada 23 April 2017 , Sekolah Perempuan mengadakan rangkaian kegiatan berupa Senam Sehat, Sosialisasi IVA dan Kanker Leher Rahim dan pemeriksaan IVA secara kolektif dan gratis. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah 116 orang dari berbagai unsur yaitu Sekolah Perempun, Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, GOW, Perwosi, Tim Medis Puskesmas Kesamben Kulon, Tim Medis RSUD Ibnu Sina,  Dinas Kesehatan dan PKK. Bertempat di Puskesmas Kesamben Kulon. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Sekolah Perempuan, Dinas KBPP Kabupaten Gresik, GOW, RSUD Ibnu Sina, Puskesmas Kesamben Kulon, dan KPS2K

Senam Sehat Perwosi dilaksanakan pagi hari di halaman Puskesmas Kesamben Kulon dimaksudkan agar perempuan tumbuh kesadarannya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh melalui olah raga murah meriah tapi sangat bermanfaat bagi kesehatan perempuan yaitu senam sehat. Senam sehat dipimpin langsung oleh Ketua GOW Kabupaten Gresik ibu Zumrotus Soliha bersama tim PERWOSI kabupaten Gresik.

Acara berikutnya adalah sosialisasi IVA oleh Tim Medis Puskesmas Kesamben Kulon dan Kanker Leher Rahim oleh Tim Medis RSUD Ibnu Sina. IVA (Inspeksi Vagina Asam Asetaat) adalah penting sebagai deteksi dini kanker leher rahim. Pemeriksaan IVA bisa dilakukan di Puskesmas Kesamben Kulon dengan waktu periksa 1 minggu sekali di hari yang telah ditentukan yaitu hari Kamis dan Gratis bagi peserta JKN baik mandiri maupun PBI.

Acara inti adalah Pemeriksaan IVA secara kolektif, kali ini ada 64 perempuan yang telah melakukan pemeriksaan IVA, dengan hasil 15 orang harus dirujuk ke Rumah Sakit Ibnu Sina karena mengalami gangguan kesehatan reproduksinya  dan 49 orang dinyatakan sehat alat reproduksinya tetapi harus kembali periksa setiap tahunnya.

Berdasarkan pengalaman 2 kali melakukan pemeriksaan IVA kolektif hampir seluruh perempuan yang terdeteksi ada gangguan kesehatan reproduksinya sekarang telah sehat kembali karena mengikuti prosedur pemeriksaan lanjutan. Pengalaman baik ini berhasil menginspirasi perempuan lainnya yang semula tidak memperhatikan kesehatan reproduksinya bahkan masih ada yang ketakutan atau masih malu serta menganggap tabu kemudian berbondong-bondong ikut mendaftarkan diri mengikuti pemeriksaan IVA ini.

Tantangan lainnya adalah masih ada suami yang belum terbuka pemikirannya dan belum memahami maksud baik dari pemerikaan IVA sehingga melarang istri untuk memeriksakan alat reproduksinya, padahal dengan pemeriksaan IVA yang begitu mudah, murah dan cepat ini akan menyelamatkan ribuan nyawa perempuan dari ancaman kematian penyakit Kanker yang menyerang alat reproduksi perempuan dan merupakan pembunuh nomor satu perempuan di dunia.

Sekolah perempuan tanpa lelah terus mengkampanyekan pemeriksaan IVA ini agar kaumnya terbebas dari ancaman kanker.

(rum).

Baca Juga

Musrenbang Perempuan Tingkat Desa 2019 Kabupaten Gresik “Sekolah Perempuan Gresik Pelopor Musrenbang Perempuan di Tingkat Desa”

Partisipasi perempuan memiliki peranan dan kedudukan yang sangat penting dalam pembangunan. Terutama perannya dalam mengawal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.