Home » Anggaran » Pelaksanaan Musrenbangdes (Kesamben Kulon) Balai Desa Kesamben Kulon, 14 Januari 2016

Pelaksanaan Musrenbangdes (Kesamben Kulon) Balai Desa Kesamben Kulon, 14 Januari 2016

Peserta yang hadir : 90 orang (Laki-laki 70, Perempuan 20) dengan unsur peserta : Kecamatan, BPD, Pemdes, karang taruna, Tokoh masyarakat, Sekolah perempuan. Fasilitator oleh Bambang (Sekretaris Desa). Fasilitator membuka acara dengan ucapan salam dan membacakan agenda pertemuan musrenbangdes yang meliputi, pembukaan, sambutan dari Kepala Desa(Aspari), sambutan dari Kecamatan(Pramudianto), sekretaris desa dan Kepala desa. Dalam sambutannya aspari menjelaskan bahwa, peserta yang hadir adalah Kartar, toga, tomas, RT/RW, pendidikan, KPS2K/sekolah perempuan, BPD, Kecamatan dan Pemdes. Musrenbangdes mendadak karena tanggal 20 Januari 2015 usulan harus sudah terentry di Kecamatan. Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk memberi informasi rencana desa. Usulan-usulan yang disampaikan nanti adalah dari hasil usulan dari dusun- dusun dan lembaga-lembaga. Dana yang sudah diserap pada tahun 2015 untuk pembangunan adalah 1,5 M. Dana yang akan dipakai pada tahun 2016 adalah 666 Juta, ini dana dari pusat tutup apsari.
Pramudianto yang mewakili kecamatan menjelaskan bahwa, Musrenbangdes merupakan kegiatan untuk menyusun atau menetapkan rencana kerja pembangunan desa, Usulan yang sudah berjalan menggunakan APBDes 2016, Kegiatan ini materinya adalah RKPD (Rencana jangka menengah Desa) yang akan terealisasikan tahun 2017. Pramudianto menambahkan bahwa di kesamben kulon pembangunan yang sudah terealisasi adalah infrastruktur seperti pembangunan gedung TPQ, paving jalan dst. Selain itu, pertanian yang berupa alat-alat pertanian. Dalam musrenbangdes ini akan menentukan 5 skala usulan yang diprioritaskan dan tanggal 22 Januari hasil musrenbang ini harus sudah terentry biar bisa dilihat orang se Indonesia.
Dalam proses musyawarah, aspari membacakan usulan pada tahun 2015 yang sudah terealisasi dan yang belum terealisasi. Jika usulan peserta sudah ada dalam usulan atau sama dengan yang dibacakan, maka tidak perlu mengusulkan ulang. Ada 200an usulan yang akan dibacakan aspari. Ketika belum selesai membacakannya, Suyatno (BPD) memberhentikan aspari dengan mengangkat tangan dan usul kalau tidak perlu semua usulan itu dibacakan biar efektif. Juga mengusulkan agar setiap dusun atau lembaga diberi print atau foto kopi usulan tersebut. Aspari menanggapi bahwa, Tiap dusun sudah diberikan usulan – usulan ini. Mereka sudah punya jadi tidak perlu dibagikan lagi. Kalau begitu langsung saja kita musyawarah, sambung fasilitator.
Suyatno menyampaikan, usulan yang sudah ada itu segera direalisasikan. Mukhyiddin dari Kesra, Saya mohon agar kita memprioritaskan alat pertanian. Selain itu perlu memanfaatkan waduk saluran air, BPD mengusulkan tentang UKM usaha menengah. Seperti penyuluhan peternakan.
dalam tanggapannya aspari menyampaikan bahwa usulan prioritas 5 (top 5) selain itu ada perencanaan secara teknis, perencanaan secara partisipatif, perencanaan politis, perencanaan top down. Perencanaan top down itu pendekatan Perencanaan pembangunan. Pembangunan tidak hanya fisik, pemberdayaan juga pembangunan. Jadi jangan cuma fisik saja, perlu juga masukkan usulan terkait SDM karena ada dananya, tinggal kita utuni. Masalah pertanian sudah terealisasi seperti pembibitan, pengairan, traktor semua sudah terealisasi meskipun itu tidak jadi prioritas. Usulan akan diprioritaskan jika berbadan hukum. Prioritas tahun 2016 adalah gedung MI Randusongo, plesengan, paving dusun Kluwung. Untuk tahun ini yang diprioritaskan adalah TPT Krajan. Usulan-usulan yang sudah masuk tahun kemarin ini sudah dimiliki oleh tiap-tiap kepala dusun. Materinya bisa minta kepala dusun.Selanjutnya usulan dari PKK terkait pengadaan timbangan baru. Selanjutnya usulan dari bidan yang mengeluhkan bahwa selama 16 tahun menjadi bidan di sini tidak pernah diundang dalam musrenbangdes. Dia mengusulkan agar ada pengadaan timbangan di posyandu karena timbangannya sudah ada tidak layak pakai. Ada titipan usulan dari puskesmas untuk membangun gedung UGD, juga dari SMP prakarya untuk gedung perbaikan gedung.
Selanjutnya usulan dari sekolah perempuan yaitu terkait transportasi, penurunan angka pernikahan dini. Namun kemudian diberhentikan oleh fasilitator sehingga 10 usulan yang belum selesai dibacakan kemudian diserahkan ke kepala desa Kesamben. Selanjutnya usulan dari RT yang mengusulkan agar desa memprioritaskan jalan plegsengan. Bambang mencatat semua usulan dan akhir dari musrenbangdes ditutup dengan do’a.
(is).

Baca Juga

KITABISA.COM Membantu Sekolah Perempuan Kabupaten Gresik

Pada 20 April 2020 sebanyak 60 orang Anggota Sekolah Perempuan yang merupakan korban terdampak COVID19, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.