Home » Anggaran » Memperkuat Agenda Gerakan Perempuan untuk Penanggulangan Kemiskinan

Memperkuat Agenda Gerakan Perempuan untuk Penanggulangan Kemiskinan

Program MAMPU (Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan) adalah program kerjasama Pemerintah Indonesia dan Australia untuk delapan tahun (2012 ‐2020). Dalam hal ini Pemerintah Indonesia diwakili oleh Bappenas dan pemerintah Australia oleh Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT). Program MAMPU bertujuan untuk meningkatkan akses dan penghidupan Perempuan miskin di Indonesia dengan memperkuat organisasi‐organisasi perempuan dan organisasi yang berkepentingan terhadap isu gender untuk membangun Koalisi jaringan inklusif dalam melakukan advokasi berbasis bukti sebagai upaya mempengaruhi kebijakan dan pelayanan. Berdasarkan penelitian dan hasil diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, MAMPU memilih lima tema strategis sebagai pintu masuk perubahan tersebut yaitu,

  1. Meningkatkan Akses Perempuan Miskin terhadap Program Perlindungan Sosial,
  2. Membuka Akses Perempuan untuk Mendapatkan Pekerjaan dan Menghapus Diskriminasi di Tempat Kerja,
  3. Meningkatkan Kondisi Tenaga Kerja Perempuan ke Luar Negeri.
  4. Meningkatkan Kepemimpinan Perempuan untuk Kesehatan Reproduksi yang Lebih Baik,
  5. Meningkatkan Kepemimpinan Perempuan untuk Mengurangi Tindak Kekerasan terhadap Perempuan.

MAMPU fase 1 mentargetkan peningkatan kapasitas dan kesiapan untuk aksi kolektif. Pada fase pertama ini MAMPU fokus pada penguatan organisasi, baik di tingkat komunitas/kelompok perempuan dan organisasi masyarakat sipil untuk berjejaring dan melakukan aksi kolektif. Kuatnya organisasi dan jaringan akan memampukan mitra untuk membuat perubahan positif di masyarakat dan mempengaruhi kebijakan pemerintah. Banyak pembelajaran yang sudah diperoleh dari proses pelaksanaan dan capaian MAMPU fase 1 yang akan menjadi masukan untuk fase 2. Selama pelaksanaannya, terjadi perubahan konteks sosial dan politik mulai dari desa sampai pada tingkat nasional di Indonesia. Perubahan itu antara lain lahirnya Undang‐undang Desa, meningkatnya konservatisme, pergantian pemerintah dan parlemen hasil pemilu, berakhirnya MDGs (Millennium Development Goals) dan pemilihan kepala daerah serentak. Perubahan ini bisa menjadi peluang atau tantangan bagi MAMPU, sehingga memerlukan perubahan strategi advokasi dan pelaksanaan kegiatan. Partners Forum MAMPU merepresentasikan salah satu mekanisme penting di program MAMPU untuk memperkuat jaringan dan kerjasama antar mitra. Tujuan dari Partners Forum antara lain, Membuat keputusan bersama/menyepakati aksi kolektif berbagai isu dan usulan dari partners (misalnya agenda penelitian, pelatihan, jaringan, masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan program), membagi dan menyebarluaskan pengetahuan yang dikembangkan oleh mitra atau peneliti yang merupakan forum untuk berbagi opini, seperti mengundang pembicara untuk mendiskusikan tema MAMPU, untuk belajar dari program lain atau negara lain Karena Partner Forum tahun ini bertepatan dengan akan dimulainya MAMPU fase 2. forum ini digunakan untuk berbagi pengetahuan, mempresentasikan capaian, praktik baik dan pembelajaran dari kegiatan selama ini dengan menghadirkan stakeholder kunci, termasuk dari pemerintah pusat dan daerah. Pembelajaran‐pembelajaran yang didapat dari MAMPU fase 1 ini selanjutnya menjadi pengetahuan bersama untuk menyusun dan meningkatkan efektifitas pelaksanaan program fase 2.

Di samping Partner forum, mitra‐mitra MAMPU juga memfasilitasi adanya Forum Komunitas MAMPU terutama di propinsi di mana ada lebih dari satu organisasi mitra MAMPU bekerja. Forum Komunitas MAMPU ini adalah forum lintas komunitas dampingan mitra MAMPU yang diadakan untuk membangun kekuatan kolektif. Di Forum ini, pemimpin komunitas di lokasi program MAMPU berbagi pengalaman, mendiskusikan isu‐isu yang muncul di daerahnya, dan menyepakati agenda advokasi bersama. Disamping itu, Forum Komunitas juga sebagai ajang konsolidasi dan bertemu dengan stakeholder lain. Saat ini MAMPU bekerja di 26 propinsi dan melibatkan lebih dari 1800 komunitas/desa. Hal ini merupakan kekuatan yang luar biasa untuk proses pelaksanaan dan keberlanjutan program.

Untuk mencapai tujuan diatas, MAMPU mengadakan Partners Forum yang akan berisikan tiga kegiatan utama, yaitu Refleksi Forum Komunitas, seminar nasional MAMPU, dan workshop mitra. Tujuan Kegiatan Refleksi Forum Komunitas antara lain, Merefleksikan proses pembentukan dan pelaksanaan Forum Komunitas selama ini, Menghimpun kendala dan tantangan forum komunitas, Mendiskusikan solusi dari kendala dan tantangan Forum Komunitas, Mendiskusikan konsep Forum Komunitas ke depan, Menyepakati mekanisme koordinasi, pembagian peran dan berjaringan baik vertikal (dalam satu jaringan mitra) maupun horisontal (bersama jaringan mitra lain), Mendiskusikan dan menyepakati agenda bersama, Mendiskusikan strategi merawat dan keberlanjutan Forum Komunitas. Sedangkan tujuan dari Seminar Nasional tersebut adalah Menghimpun pengalaman/pembelajaran upaya‐upaya gerakan perempuan untuk mengakhiri Kemiskinan Perempuan, menghimpun inisiatif‐inisiatif kepemimpinan perempuan dan partisipasi perempuan dalam proses perumusan kebijakan baik di tingkat nasional dan daerah, menghimpun pandangan pihak pemerintah/parlemen mengenai inisiatif MAMPU dalam berbagai tema serta mendapatkan masukan‐masukan dari refleksi/pembelajaran untuk panduan bagi pelaksanaan inisiatif MAMPU fase II (2016‐2020).

Alur Kegiatan Di hari pertama Partners Forum melakukan diskusi pelaksanaan Forum Komunitas selama ini, membahas tantangan yang dihadapi dan alternatif pemecahannya, konsolidasi, refleksi dan pembelajaran. Forum Komunitas adalah forum lintas mitra dampingan/anggota organisasi mitra MAMPU yang saat ini ada di hampir 20 propinsi lokasi program. Di forum ini, pemimpin komunitas di lokasi program MAMPU berbagi pengalaman, mendiskusikan isu‐isu yang muncul di daerahnya dan menyepakati agenda advokasi bersama. Di samping itu, Forum Komunitas juga sebagai ajang konsolidasi dan bertemu dengan stakeholder lain. Pertanyaan kunci yang terjawab di sesi ini ialah:

  1. Bagaimana cara dan strategi membangun Forum Komunitas?
  2. Dimanakah arena interaksi Forum Komunitas? Apakah mengikuti sistem pemerintahan ataukah berbasis isu?
  3. Bagaimana dan dimana peran mitra MAMPU?
  4. Bagaimana menempatkan/membuat Forum Komunitas sebagai subyek dalam melakukan advokasi dan perubahan di masyarakat, termasuk untuk memperkuat gerakan sosial?
  5. Bagaimana membuat Forum Komunitas sebagai ajang untuk membentuk dan menempa pemimpin dan kader Perempuan?
  6. Bagaimana menyepakati platform kerja, isu strategis dan agenda bersama?

Di hari kedua diadakan seminar nasional yang akan mengundang dan melibatkan para pihak yang terlibat dan berkepentingan terhadap inisiatif MAMPU, menghadirkan pembicara baik dari para mitra MAMPU, kementerian/lembaga yang terkait dengan tema‐tema, pemerintah daerah di mana inisiatif MAMPU berlangsung, anggota parlemen baik di tingkat nasional maupun daerah dan organisasi ‐ organisasi di luar mitra MAMPU untuk memberikan masukan terhadap program sebagai pertimbangan perbaikan di fase 2. Masukan dan rekomendasi yang didapat dari seminar ini akan didiskusikan oleh mitra sekaligus menyusun strategi untuk fase 2 yang selanjutnya dikonsultasikan dengan BAPPENAS.

Pertanyaan kunci yang terjawab dari seminar nasional ini adalah:

  1. Apa saja inisatif‐inisiatif yang dilakukan MAMPU dalam memperkuat kepemimpinan Perempuan dan penanggulangan kemiskinan, termasuk inisiatif di komunitas?
  2. Bagaimana proses pelaksanaan program yang terjadi?
  3. Apa saja kendala dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan MAMPU?
  4. Bagaimana mengatasi kendala‐kendala tersebut?
  5. Apa saja pembelajaran penting dari MAMPU fase 1?

acara terserbut berlangsung pada 10‐11 Mei 2016, jam 08.30‐17.00 WIB berlokasi  di Hotel Luwansa, Jl Rasuna Said Kav C22, Jakarta Selatan. jumlah perserta dengan agenda refleksi Forum Multipihak Komunitas terdiri dari 66 utusan Forum Komunitas, 64 perwakilan mitra utama dan sub mitra, DFAT, sedangkan kegiatan dengan agenda  Seminar dihadiri oleh sekitar 200 orang dari CSOs, utusan Forum Komunitas, perwakilan mitra, Bappenas, DFAT, organisasi universitas dan lembaga penelitian. (ra).

 

Baca Juga

Meningkatkan Kesejahteraan Perempuan melalui Musrenbang Perempuan Kabupaten Gresik

160 Perempuan sekabupaten Gresik, terdiri dari unsur Eksekutif Perempuan, Calon Legislatif perempuan, Penegak hukum /paralegal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.