Home » Kelompok Marjinal » LITERASI PEMILU GUBERNUR PROVINSI JAWA TIMUR BAGI PEREMPUAN MISKIN DESA

LITERASI PEMILU GUBERNUR PROVINSI JAWA TIMUR BAGI PEREMPUAN MISKIN DESA

5 Mei 2018 Sekolah Perempuan dan KPS2K bekerjasama dengan KPU Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan sosialisasi Pemilu Gubernur Jawa Timur bagi Perempuan Miskin Desa dalam bentuk Seminar. Menghadirkan 3 narasumber yang berkompeten yaitu ketua KPU Provinsi Jawa Timur Bapak Eko Sasmito (Siklus dan Fase Pemilu serta Tata Cara Pilgub Jawa Timur 2018), Direktur KPS2K Ibu Iva Hasanah (Menumbuhkan kesadaran Otonomi Perempuan dalam Berpolitik) dan Ketua Sekolah Perempuan Kecamatan Wringinanom Ibu Lilik Indrawati (Memberikan input kepada penyelenggara pemilu agar pelaksanaan pemilu semakin ramah terhadap perempuan miskin).

Bertempat di Balai dusun Kidul, Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik Jawa Timur, dihadiiri lebih dari 100 orang perempuan desa yang merupakan anggota Sekolah Perempuan

Pada ranah publik, pencapaian Sekolah Perempuan mampu menunjukan sebagai sebuah entitas yang diakui oleh pemerintah terutama di tingkat pemerintah kabupaten Gresik sebagai komunitas perempuan akar rumput yang mampu menyuarakan kepentingan-kepentingan kelompok perempuan miskin baik dalam bentuk akses politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan.

Atas dasar di atas, kegiatan sosialisasi yang akan diselenggarakan ini merupakan salah satu strategi untuk memperkuat kepemimpinan perempuan melalui pemenuhan hak perempuan dalam berpolitik terutama dalam menghadapi masa pemilihan gubernur Jawa Timur 2018.

Pemilu merupakan ajang persaingan bagi para kandidat untuk meraih kursi jabatan politik yang diinginkan, dan untuk mendapatkannya para kandidat harus menggalang dukungan dari pemilih. Para kandidat berusaha meyakinkan pemilih agar memilih mereka. Beragam cara dilakukan mulai dari pemaparan janji kampanye hingga transaksi politik agar para pemilih memberikan suara mereka pada kandidat.

Sekolah Perempuan dengan anggotanya yang khas terdiri dari sebagian besar perempuan miskin  dan berpendidikan formal rendah (SD/SMP) telah memiliki leader-leader yang mempu mempengaruhi masyarakat di komunitasnya merupakan sumber daya pendulang suara yang mulai diperhitungkan oleh para kandidat pemilu.

Pada pemilu gubernur Jawa Timur periode ini Sekolah Perempuan telah menjadi incaran dari kandidat Pemilu untuk mendukung mereka. Kedua pasangan calon melalui Tim Suksesnya telah menyampaikan keinginannya berdialog dengan Sekolah Perempuan.

Menghadapi berbagai tawaran terkait dukung mendukung kandidat pemilu diperlukan kemampuan perempuan untuk bijak, cerdas, selektif dan otonom dalam menentukan pilihan.

Selama ini peran politk perempuan terutama  perempuan miskin di desa sangat kurang, perempuan miskin di lingkup keluarga bergantung pada dominasi laki-laki/suami dalam menentukan pilihan politiknya. Perempuan  terutama perempuan miskin tidak memiliki pengetahuan bagaimana memilih kandidat yang dapat menyuarakan kebutuhan dan hak perempuan terutama perempuan miskin, misalnya meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan miskin yang selama ini terabaikan, perlindungan yang lebih besar dari pemerintah pada perempuan hamil dan melahirkan untuk dapat menekan angka kematian ibu dan anak, jaminan perlindungan sosial untuk perempuan miskin, dll.

Cara pandang rasional dan mengutamakan nilai keadilan akan mampu mendorong keterlibatan perempuan lebih luas di dunia politik. Tidak saja perempuan yang akan menikmati kemajuan ini, tapi kaum laki-laki akan menjadi lebih bijak dalam membagi tugas dalam bermitra kerja dengan perempuan dalam memutuskan kebijakan masayarakat luas

Untuk menuju perubahan yang lebih adil dan membebaskan hak politik individu yang memerlukan waktu untuk mendidik masyarakat agar lebih rasional mengenal dan memilih calon pemimpin. Pendidikan rakyat penting agar selektif dalam memilih  pemimpin. Di bahu pemimpinlah nasib rakyat dipertaruhkan dan di pundak  mereka jualah uang rakyat dititipkan untuk diolah sebagai sarana memajukan kesejahteraan hidup.

Dengan dasar pemikiran tersebut maka Sekolah Perempuan merasa penting untuk melakukan kegiatan sosialiasi pemilihan Gubernur Jawa Timur yang bertujuan memberikan pendidikan politik bagi anggotanya agar mampu mengorganisir diri dalam mengartikualasikan aspirasi/kepentingannya, mampu membangun komunikasi secara setara dengan kandidat jabatan politik dan mampu mengawasi kerja-kerja kandidat terpilih  setelah pemilu. (rum).

Baca Juga

Meningkatkan Kesejahteraan Perempuan melalui Musrenbang Perempuan Kabupaten Gresik

160 Perempuan sekabupaten Gresik, terdiri dari unsur Eksekutif Perempuan, Calon Legislatif perempuan, Penegak hukum /paralegal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.