Home » Anggaran » BAZAR SEKOLAH PEREMPUAN. PEREMPUAN BIJAK, BERBAGI UNTUK SESAMA

BAZAR SEKOLAH PEREMPUAN. PEREMPUAN BIJAK, BERBAGI UNTUK SESAMA

Bazar ini digelar selama 2 hari yaitu Sabtu dan Minggu, tanggal 2 dan 3 Juli 2016 di sepanjang jalan raya Sooko sampai Kesamben Kulon Wringinanom menjelang berbuka puasa. Antusias para pembeli luar biasa dari anak-anak sampai orang dewasa tidak laki-laki dan perempuan. Barang yang digelar di bazar meliputi pakaian layak pakai, kue-kue dan kerajinan tangan hasil karya anggota sekolah perempuan. Untuk pakaian layak pakai dijual paling mahal 20.000 begitu pula kue-kue cukup murah 9000-15.000.

Menurut ketua panitia bazar dari Sekolah Perempuan Ivani (27 tahun) dari desa Kesamben Kulon, bazar ini dijadikan ujicoba bagi anggota sekolah perempuan untuk berwirausaha, karena bulan Ramadhan maka sekalian beramal pada sesama, untuk berbagi dengan sesama tidak perlu menunggu kaya. Sedangkan salah satu pembeli yang antusias berbelanja ibu Winayah (30 tahun) merasa senang dengan bazar ini karena dengan uang 30 ribu dia sudah mendapatkan baju-baju bagus untuk anak, suami dan dirinya sendiri.

Kegiatan ini adalah kegiatan digagas untuk memperkuat solidaritas antara sesama, terutama menanamkan prinsip bahwa kerjakeras dan tidak malas berusaha yang kreatif. Bazar ini ingin memberikan inspirasi kepada semua kalangan masyarakat bahwa selama ini saat bulan Ramdhan identik dengan kesempatan bagi mereka yang miskin untuk meminta-minta sedekah dijalan, namun bagi perempuan-perempuan miskin yang telah belajar di sekolah perempuan, harus ada ide kreatif dan elegan agar tidak selalu dicap sebagai beban negara.

Iva Hasanah menambahkan bahwa, kegiatan Bazar ini kemungkinan akan digelar sebagai event tahunan dengan menambah lagi ragam dan variasi barang-barang yang dijual. Barang-barang bagus yang dijual murah ini sebenarnya hasil dari mendekati para sosialita-sosialita yang biasanya mempunyai barang-barang bagus tapi tidak dipakai lagi, sebenarnya konsepnya seperti Garage Sale tapi diubah sesuai dengan kondisi pedesaan, dimana hasil penjualan dari bazar dapat menjadi tambahan pendapatan ibu-ibu sekolah perempuan dan sisanya untuk modal usaha setelah hari raya.(iv).

Baca Juga

Meningkatkan Kesejahteraan Perempuan melalui Musrenbang Perempuan Kabupaten Gresik

160 Perempuan sekabupaten Gresik, terdiri dari unsur Eksekutif Perempuan, Calon Legislatif perempuan, Penegak hukum /paralegal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.