Home » Anggaran » Seminar dan Workshop Perlindungan Sosial

Seminar dan Workshop Perlindungan Sosial

Kegiatan ini serangkaian dengan seminar yang dilakukan sebelum kegiatan workshop dilakukan. Kegaiatan ini diadakan bertujuan untuk memperkuat posisi komite pemantau dan kapasitasnya untuk melakukan “Pemantauan Bersama” terhadap program perlindungan sosial dengan perspektif keadilan gender dan inklusif. Kegiatan workshop dihadiri 31 orang yang terdiri dari 7 orang laki-laki, 24 orang perempuan. Peserta yang hadir adalah 12 orang dari tim pemantau komunitas, 8 orang dari tim pemantau kabupaten dari unsur SKPD, NGO, Akademisi dan 11 orang panitia dan fasilitator. Pembukaan acara dilakukan oleh Wakil Bupati Kabupaten Gresik yaitu Bapak H. Moch. Qosim M.Si sekaligus pembukaan untuk acara seminar.

Hari pertama workshop dimulai pada pukul 14.30 diawali dengan perkenalan yang difasilitatori Iva Hasanah. Sei perkenalan peserta diminta fasilitator untuk menuliskan nama, asal lembaga, persoalan yang pernah dialami/di dengar mengenai jaminan kesehatan, solusi yang dilakukan pada metaplan. Selanjutnya peserta diminta untuk menulis harapan kekhawatiran pada metaplan. Hari pertama ditutup dengan penyepakatan alur, materi dan jadwal.

Hari kedua workshop di awali dengan review yang difasilitatori oleh Ira. Selanjutnya masuk pada sesi 2 tentang penjelasan lengkap tentang Gender Watch “Pemantauan Bersama” terhadap perlindungan sosial oleh Winoto dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Sesi tentang Konsep perlindungan sosial di Indonesia di fasilitatori oleh Iva Hasanah dengan meminta peseta berkelompok untuk berdiskusi mengenai macam-macam perlindungan sosial yang ada/masuk di desa masing dan menuliskannya pada plano, kemudian peserta diminta untuk mempresentasikan di depan. Dalam sesi ini presentasi dilakukan oleh tim pemantau komunitas. Sesi terakhir pada hari ke 2 workshop adalah mengenai Konsep seks dan Gender yang di fasilitatori oleh Iva hasanah. Dalam sesi ini fasilitator meminta peserta untuk berkumpul kembali dengan kelompok yang sudah dibentuk untuk mendiskusi permasalahan apa saja yang dialami perempuan mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekitar dan diruang publik kemudian menuliskannya pada plano dan dipresentasikan.

Seperti pada hari sebelumnya hari ketiga diawali dengan review yang difasilitatori iva hasanah. Review dilakukan untuk mempertajam tentang konsep seks dan gender kemudian dilanjutkan dengan dapak ketidakadilan gender dan prinsip-prinsip untuk menuju keadilan gender. Kemudian dilanjut dengan sesi Advokasi berbasis data di fasilitatori oleh Winoto. Fasilitator memaparkan tentang advokasi berbasis data kemudian peserta diminta untuk membagi menjadi 3 kelompok. Setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan dan menuliskan pada plano tentang persoalan yang terjadi dimasayarakat dan upaya apa yang dilakukan untuk menangani persoalan tersebut. Peserta mempresentasikan hasil diskusinya kemudian fasilitator membedah hasil diskusi kelompok satu per satu.

Sesi RTL (Rencana Tindak Lanjut) difasilitatori oleh Iva Hasanah (SC Program Gender Watch) dengan peserta diminta untuk berkelompok dan menuliskan rencana tindak lanjut yang di inginkan setelah pulang dari workshop dan mempresentasikannya.

Penutupan workshop dilakukan oleh Rumi Handayani manager officer KPS2K, tetapi sebelum ditutup peserta diminta untuk mengungkapkan pesan dan kesan pada saat mengikuti workshop.

Workshop ini menghasilkan output antara lain pemahaman tentang Program Pengentasan kemiskinan oleh peserta, program jaminan kesehatan bagi masayarakat miskin di Kabupaten Gresik, tumbuh dan meningkatnya kesadaran tentang hak atas perlindungan sosial, Adanya dukungan dari tim pemantau kabupaten sehingga semakin menguatkan tim pemantau komunitas, Tumbuh dan meingkatnya pemahaman tentang pentingnya melakukan pemantauan bersama dengan menggunakan perspektif keadilan gender dan inklusif, tumbuhnya pemahaman oleh peserta tentang advokasi berbasis data dengan gerakan Gender Watch.(va)

Baca Juga

Peresmian Rumah Pengetahuan Perempuan, sebagai pusat informasi bagi perempuan desa

Rumah Pengetahuan Perempuan (RPP) adalah bangunan di desa yang diinisiasi oleh Sekolah Perempuan sebagai pusat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.