Home » Anggaran » Menawarkan harapan baru dalam metode Pendataan kemiskinan melalui Participatory Rural Appraisal/PRA (Pemetaan Partisipasi oleh masyarakat)

Menawarkan harapan baru dalam metode Pendataan kemiskinan melalui Participatory Rural Appraisal/PRA (Pemetaan Partisipasi oleh masyarakat)

Launching Pendataan Alternative , Balai desa Kesamben Kulon Wringinanom, 7 Mei 2015 Pukul.10.00 -12.30
Implementasi Penggalian Data Alternatif Kemiskinan dan Feminisasi kemiskinan Perempuan Melalui Metode Participatory Rural Appraisal/PRA (Pemetaan Partisipasi oleh masyarakat) yang diinisiasi oleh NGO KPS2K (Kelompok Perempuan dan Sumber-sumber Kehidupan) bersama masyarakat di desa Kesamben Kulon sebagai salah satu dari 4 desa pilot project program Gender Watch di Kabupaten Gresik akan diselenggarakan selama satu minggu mulai 11 Mei 2015 membawa harapan baru dalam perkembangan model pendataan yang melibatkan langsung seluruh pihak yang ada di masyarakat.
Launching pendataan alternative ini dibuka oleh Kepala Badan KBPP, Dr.Adi Yumanto sekaligus menyampaikan pentingnya penggalian data yang dilakukan bersama-sama dengan melibatkan semua unsur dalam masyarakat terutama perempuan agar dapat menggali data-data kemiskinan yang lebih tepat serta hasilnya dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam menyusun program pembangunan daerah khususnya untuk menyusun program pengentasan kemiskinan perempuan di kab Gresik.
Menurut Direktur KPS2K, Iva Hasanah S.T,S.Sos, model pendataan yang melibatkan seluruh unsur di masyarakat ini khususnya kelompok perempuan merupakan inovasi dari perkembangan model pendataan untuk menggali masalah-masalah sosial ekonomi terutama masalah-masalah kemiskinan khususnya masalah kemiskinan yang dialami oleh para perempuan. Selama ini model pendataan yang umum dilakukan adalah tertutup dan kurang mempertimbangkan partisipasi masyarakat miskin yang sedang didata sehingga sering ditemukan data tidak sesuai dengan kondisi sesungguhnya karena kelompok tersebut juga tidak dilibatkan dalam konsultasi publik atau uji publik untuk memastikan data yang sudah digali valid.
Dari proses pendataan alternative ini diharapkan dapat diperoleh data kemiskinan umum dan data kemiskinan perempuan misalnya jumlah kepala keluarga perempuan miskin, jumlah ibu yang meninggal karena melahirkan, jumlah perempuan yang menderita penyakit kronis (kanker rahim/payudara), jumlah perempuan dengan penghasilan rendah, jumlah perempuan yang putus sekolah, jumlah perempuan yang mengalami gizi buruk, jumlah perempuan yang mengalami KDRT, jumlah perempuan yang berpenghasilan rendah dan sebagainya.
Selain data alternative yang digali dapat digunakan sebagai data pembanding dari data yang sudah tersedia, juga dimungkinkan dapat bermanfaat bagi pihak desa untuk melengkapi data profil desa dan menjadi data dasar untuk menyusun program-program pembangunan baik dari tingkat desa sampai di tingkat kabupaten bahkan dapat diusulkan sebagai model pendataan inovatif di tingkat nasional.(va)

Baca Juga

Penguatan Kapasitas Tim Pemantau Komunitas untuk Pemantauan Kartu Gresik Sehat (KGS)

48 orang Tim Pemantau Komunitas  dari 13 desa di 5 kecamatan di Kabupaten Gresik telah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.