Home » Kelompok Marjinal » Feminisasi Kemiskinan: Persoalan dan Penanganan

Feminisasi Kemiskinan: Persoalan dan Penanganan

Pada 20 Januari 2015, KPS2K menyelenggarakan seminar tentang feminisasi kemiskinan (kemiskinan perempuan). Seminar ini terselenggara sebagai rangkaian kegiatan gender watch (pemantauan bersama berbasis gender) terhadap program perlindungan sosial yang bekerja sama dengan Institut Kapal Perempuan melalui program Mampu yang disupport oleh Ausaid.

Seminar tentang feminisasi kemiskinan sangat menarik untuk dicermati, sebab faktanya memang kemiskinan cenderung berwajah perempuan. Di sinilah kemudian muncul istilah feminisasi kemiskinan (kemiskinan perempuan). Kemiskinan perempuan ini terjadi akibat perlakukan-perlakuan yang meosisikan perempuan menjadi miskin.

Perempuan miskin, tidak hanya perempuan yang tidak mampu secara finansial. Akan tetapi perempuan miskin itu bisa juga berupa kondisi perempuan yang tidak mampu berpartisipasi dalam hal pembangunan, tidak mampu mengakses pendidikan yang layak, sulitnya mengakses kesehatan reproduksi, dan lain-lain yang membuat perempuan semakin tersudut di ruang-ruang publik.

Kemskinan perempuan semakin tampak ketika kita melihat kondisi kemiskinan di pedesaan. Penyebab kemiskinan perempuan beragam. Ada yang berpendapat bahwa kemiskinan perempuan disebabkan oleh takdir Tuhan. Ada juga yag berpendapat bahwa kemiskinan perempuan disebabkan oleh faktor manusianya sendiri, yaitu malas dan tidak punya keterampilan. Ada juga yang berpandangan bahwa kemiskinan perempuan itu karena kebijakan pemeritah yang tidak pernah mendukung perbahan kemiskinan perempuan.

Apapun penyebabnya, kemiskinan perempuan harus diselesaikan. Karena kemiskinan perempuan berdampak dominan pada parempuan itu sendiri. Diantaranya perempuan miskin rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga, mudah dipoligami, diceraikan, dipojokkan oleh masyarakat, dan semakin tidak dihargai hak-haknya oleh banyak pihak.

Oleh karena itu, kemiskinan perempuan harus diatasi, agar perempuan bisa keluar dari kondisi kemiskinannya. KPS2K bermitra dengan Kapal melalui program Gender Watchtelah bergerak maju untuk upaya penyelesaian kemiskinan perempuan. Perempuan –dalam program ini- dibantu untuk keluar dari kemsikinannya.

Ketika perempuan miskin sudah berdaya dengan menyadari hak-haknya, maka mereka akan dapat melakukan pemantauan bersama terhadap program-program perlindungan sosial yang memang seharusnya diperuntukkan bagi mereka. Hal ini penting agar implementasi program perlindungan sosial menjadi tepat sasaran.(fm)

Baca Juga

Flasmob Tari Remo oleh 500 perempuan di Gresik

Flasmob,dengan menarikan Remo bersama 500 perempuan dari berbagai kalangan masyarakat desa sampai istri pejabat dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.