Home » Kelompok Marjinal (page 9)

Kelompok Marjinal

Seminar dan Workshop Perlindungan Sosial

Kegiatan ini serangkaian dengan seminar yang dilakukan sebelum kegiatan workshop dilakukan. Kegaiatan ini diadakan bertujuan untuk memperkuat posisi komite pemantau dan kapasitasnya untuk melakukan “Pemantauan Bersama” terhadap program perlindungan sosial dengan perspektif keadilan gender dan inklusif. Kegiatan workshop dihadiri 31 orang yang terdiri dari 7 orang laki-laki, 24 orang perempuan. Peserta yang hadir adalah 12 orang dari tim pemantau komunitas, 8 orang dari tim pemantau kabupaten dari unsur SKPD, NGO, Akademisi dan 11 orang panitia dan fasilitator. Pembukaan acara dilakukan oleh Wakil Bupati Kabupaten Gresik yaitu Bapak H. Moch. Qosim M.Si sekaligus pembukaan untuk acara seminar. Hari pertama workshop dimulai pada pukul 14.30 diawali dengan perkenalan yang difasilitatori Iva Hasanah. Sei perkenalan peserta diminta fasilitator untuk menuliskan nama, asal lembaga, …

Read More »

Penandatanganan MOU dengan Pemerintah Gresik

Penandatanganan nota kesepahaman bersama ini dilakukan di Aula Mandala Bakti Praja, 12 Agustus 2014, yang dihadiri sekitar 500 orang yang terdiri dari Para Kepala Desa, Camat, SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik, Anggota DPRD, Tokoh Masyarakat, LSM, akademisi dan ibu-ibu yang tergabung dalam Sekolah Perempuan di 2 desa yang terletak di kab. Gresik. Pemerintah Kabupaten Gresik bekerjasama dengan Kelompok Perempuan dan Sumber-sumber kehidupan (KPS2K), Jatim dan Institut KAPAL(Lingkaran Pendidikan Alternatif) Perempuan, Jakarta dalam sebuah program yang disebut Gender Watch. Ini merupakan komitmen yang diberikan Pemerintah Daerah Gresik yang telah memberikan ruang partisipasi bagi perempuan penerima manfaat program perlindungan sosial, saat ini difokuskan pada perempuan di pedesaan. Para perempuan desa tersebut yang merupakan penerima manfaat atau bukan, dibekali dalam sebuah proses …

Read More »

Pelatihan Kepemimpinan Perempuan dan Perlindungan Sosial Tahap 1

Pelatihan Kepemimpinan Perempuan dan Perlindungan Sosial Tahap 1 yang dilakukan selama 4 hari pada hari Sabtu tanggal 22 Juni 2014 sampai dengan hari Rabu tanggal 25 Juni 2014 di Prigen Pasuruan Jawa Timur. Pelatihan Kepemimpinan Perempuan dan Perlindungan Sosial tahap 1 ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran perempuan penerima manfaat tentang sensitifitas gender sebagai dasar dalam membangun kepemimpian perempuan melalui monitoring program perlindungan sosial Sebelum Kegiatan Pelatihan, tahapan yang dilakukan dalah perekrutan peserta training pada 8 sekolah Perempuan yang berasal dari desa melalui pertemuan-pertemuan Sekolah Perempuan dengan metode Diskusi yang demokratis dan partisipatif. Setiap Sekolah Perempuan diharapkan dapat mengirimkan masing-masing 2 orang perwakilan dengan kriteria calon peserta training sebagai berikut: Berasal dari kelompok miskin, 80% berasal dari kelompok perempuan miskin dan …

Read More »

Peluncuran Sekolah Perempuan Pedesaan “Dengan Semangat Kartini dan Keberagaman, Perempuan Miskin Desa Bangkit dan Berjuang Melawan Pemiskinan”

Dalam program penguatan perempuan akar rumput, KPS2K telah menginisiasi lahirnya Sekolah Perempuan Pedesaan (SPP) di desa Kesamben Kulon dan desa Mondoluku. Ada 10 SPP yang berdiri di 2 desa tersebut dengan sebaran ada di masing-masing dusun, jumlah perempuan yang terdaftar dalam SPP ini sekitar 230 orang yang berusia 16 – 70 tahun. SPP ini bukan sekolah formal seperti yang sering ditemui, namun merupakan salah satu bentuk dari pendidikan alternatif atau pendidikan non formal jadi SPP ini tidak memerlukan pembangunan gedung sekolah dan jadwal yang ketat tapi disesuaikan dengan kondisi dan situasi para perempuan yang ada di desa. Metode pembelajaran yang dilakukan harus menyenangkan dan kreatif karena para peserta SPP juga berlatarbelakang masyarakat miskin, buta aksara dan korban dari ketidakadilan gender. …

Read More »

Diskusi Terfokus “Memetakan Peluang Masyarakat Sipil dalam implementasi UU Desa”

Diskusi Terfokus Yang diselenggarakan oleh Kelompok Perempuan dan Sumber-Sumber Kehidupan (KPS2K) ini adalah rangkaian dari program Monitoring Gender (Gender Watch) yang bekerjasama dengan Institut Kapal Perempuan dan didukung oleh program MAMPU AusAid. Lahirnya UU Desa disambut optimis dan pesimis oleh banyak kalangan, kekhawatiran ketidakmampuan desa dalam mengelola dana yang akan dialokasikan menjadi topik yang hangat dalam diskusi ini. Pendapat yang beragam juga disampaikan oleh para aparat desa yang hadir dari Kabupaten Gresik, Mojokerto dan Pasuruan. Masalah lain yang dianalisa dalam diskusi ini adalah tentang partisipasi kelompok perempuan dan masyarakat sipil lainnya terutama mereka yang masuk dalam kategori penerima manfaat perlindungan sosial, kelompok marginal dan yang mengalami kecacatan harus dapat dijaminkan haknya terpenuhi atas perubahan yang diharapkan lebih baik dengan adanya …

Read More »

Kunjungan AusAid

Read More »

Asistensi Lapangan dalam Penjaringan CTPD

Gresik – Pada 13 Januari 2014 Tim Gender Watch KPS2K turun lapangan dalam rangka melakukan asistensi kepada staf lapangan (CO) untuk melakukan wawancara mendalam dan observasi partisipatif dalam penentuan Calon Tim Pemantau Desa (CPTD). Turun lapangan ini juga bermaksud melengkapi data-data sekunder berupa dokumen-dokumen desa. Dari hasil observasi, wawancara dan observasi, ditemukan implementasi program perlindungan sosial yang tidak tepat sasaran. Misalnya, Ibu Tukaini, warga miskin klaster 1 di Desa Mondoluku tidak mendapatkan bantuan sosial berupa Program Keluarga Harapan (PKH). Selain mendapatkan tambahan temuan, Tim GW KPS2K juga berhasil mendapatkan peta desa Mondoluku dan Kesamben Kulon versi BPS. Peta tersebut difungsikan untuk memahami medan lokasi GW di 2 desa, disamping dipakai untuk melengkapi profil desa. Persiapan sosial dengan menggunakan metode partisipatif …

Read More »

Rendahnya Keterlibatan Perempuan

Hasil Penggalian data dari komunitas-komunitas perempuan di desa Mondoluku dan Kesamben Kulon telah memberikan banyak informasi terkait pelaksanaan program perlindungan sosial. Bagi kelompok perempuan miskin dan terpinggirkan masalah utama yang mereka hadapi adalah ketidaktahuan karena kurangnya sosialisasi, media sosialisasi yang terbatas, rendahnya keterlibatan mulai perencanaan sampai pelaksanaan program dan ketidakmerataan jatah, merupakan temuan-temuan dari kegiatan wawancara dan Pertemuan-pertemuan komunitas.

Read More »