Home » Kelompok Marjinal (page 5)

Kelompok Marjinal

Rembug Desa

Bertempat di Balai Desa Sooko Kecamatan Wringinganom Kabupaten Gresik, Kamis, 24 November 2016 telah dilaksanakan Rembug Desa “Mendorong Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Desa melalui Partisipasi Perempuan dan Kelompok Marginal” antara masyarakat dan pemerintah desa (Desa Sumbergede, Desa Kesamben Kulon, Desa Mondoluku dan Desa Sooko)  dan  BAPPEDA Kabupaten Gresik yang diwakili saudara Rian Permana Suwanda (Staf Bidang Kemasyaraktan dan Sosial Budaya)sebagai narasumber. Peserta yang hadir terdiri dari Tim Pemantau Komunitas, Sekolah Perempuan dan Tim pemantau Kabupaten Gresik yaitu Ibu Diana Indriati (Universitas Muhammadiyah) dan Bapak A. Chilmi Fahrudin (PAL Gresik) . Sekolah perempuan diwakili beberapa anggotanya menyampaikan pertanyaan, misalnya, apa dampak bagi desa jika tidak melibatkan perempuan dalam musyawarah-musyawarah pembangunan desa dan menyatakan ucapan terimakasih kepada pemerintah desa karena sejak ada …

Read More »

Gerakan Gender Watch Merupakan Sebuah Inisiatif Untuk Membangun Gerakan Memperjuangan Hak Atas Perlindungan Sosial

Gerakan Gender Watch merupakan sebuah inisiatif untuk membangun gerakan memperjuangan hak atas perlindungan sosial untuk kesejahteraan rakyat miskin, perempuan dan kelompok marginal. Yang menghasilkan data alternatif tentang kemiskinan yang diintegrasikan dengan indikator indeks kesenjangan gender, kelompok-kelompok terorganisir dan kritis sebagai bagian yang berkontribusi terhadap realisasi tanggung jawab negara untuk memenuhi hak-hak dasar warganya, membawa perubahan kebijakan dan penganggaran dari tingkat desa, kabupaten dan nasional yang pro-poor dan responsif gender serta mengusulkan konsep pada pemerintah pusat tentang sistem perlindungan sosial berperspektif Gender, Inklusif dan Transformatif. Gerakan ini juga ingin mendorong kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada kepentingan orang miskin, kelompok marginal, minoritas dan berkeadilan gender, tata kelola pemerintahan(good governance) yang baik dan proses demokratisasi. Agar ini tercapai maka harus dipastikan adanya partisipasi kelompok …

Read More »

Sekolah Perempuan Untuk Melahirkan Pemimpin Perempuan Akar Rumput

Mengentaskan kemiskinan perempuan masih menjadi sebuah pertanyaan besar dan merupakan sumber kegelisahan bagi kaum feminis hingga saat ini. Didorong oleh  kegelisahannya, kaum feminis mencoba untuk menganalisis lebih jauh feminisasi kemiskinan tersebut sebagai perspektif. Walaupun hasil analisis ini beragam tetapi ada benang merah yang menyatukan mereka, yaitu mereka percaya bahwa kegagalan pembangunan untuk mensejahterakan perempuan bersumber dari ketidakmampuan para pendukung pembangunan untuk mengenali subordinasi perempuan dalam masyarakat patriarkhis sebagai faktor utama. Sehingga perempuan tidak dianggap sebagai target utama pembangunan karena mereka dilibatkan dalam posisi sebagai istri, ibu dan agen reproduktif, ini berbeda dengan laki-laki. Upaya untuk membawa analisis-analisis feminis ke dalam perbincangan pembangunan sudah dilakukan sejak tahun 1970an. Misalnya saja Ester Boserup dalam bukunya yang berjudul Women’s Role in Economic Development …

Read More »

Gender Watch Sebagai Gerakan Pemantauan Bersama Berbasis Gender

Gerakan Gender Watch merupakan sebuah inisiatif untuk membangun gerakan memperjuangan hak atas perlindungan sosial untuk kesejahteraan rakyat miskin, perempuan dan kelompok marginal. Gerakan ini ingin diwujudkan melalui 4 (empat) strategi utamanya yakni: 1)Knowledge Development dengan memperkuat Pengetahuan tentang Kepemimpinan perempuan dan Sistem Perlindungan sosial. Usulan Sistem perlindungan sosial berbasis gender yang inklusif dan transformatif oleh pemerintah, 2)Advokasi Berbasis Data untuk Program Perlindungan Sosial Pemerintah untuk mendorong keluarnya kebijakan dan penganggaran pemerintah daerah dan pusat yang pro poor dan gender. 3)Penguatan Kepemimpinan dan Kapasitas Perempuan Miskin. 4) Penguatan Jaringan Nasional dan Lokal untuk memfasilitasi gerakan advokasi berbasis data untuk Program Perlindungan sosial Upaya-upaya di atas dilakukan untuk mengatasi permasalahan pemiskinan yang berwajah perempuan agar terwujud kebijakan-kebijakan dan anggaran yang mampu meningkatkan …

Read More »

Pemiskinan Berwajah Perempuan (Feminisasi Pemiskinan)

Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), angka kematian ibu (AKI) per 100.000 kelahiran hidup menurun secara bertahap, dari 390 (1991) menjadi 334 (1997), 307 (2003) dan 228 (2007) dan tahun 2012 melonjak 359 tidak jauh berbeda dengan 22 tahun yang lalu. Dalam laporan The Global Gender Gap 2014 posisi Indonesia ada di posisi 97 di bawah negara miskin seperti Vietnam, Laos dan berada jauh dari sesama negara middle yaitu Philipina yang gapnya hanya di level 9. Kuota 30% dalam parlemen tidak tercapai bahkan hanya 17,3 %. Perkawinan di bawah umur mencapai 43,85%. KOMNAS Perempuan mencatat selama tahun 2013 terjadi 279.760 kekerasan perempuan yang terdiri dari 263.285 kasus dan terbanyak adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). KOMNAS Perempuan mencatat …

Read More »

Problematika Program Penanggulangan Kemiskinan

Konsepsi kemiskinan menurut pemerintah merupakan sebuah kondisi yang berada di bawah garis nilai standar kebutuhan minimum, baik untuk makanan dan non makanan, yang disebut garis kemiskinan (poverty line) atau batas kemiskinan (poverty threshold). Garis kemiskinan adalah sejumlah sejumlah rupiah yang diperlukan oleh setiap individu untuk dapat membayar kebutuhan makanan setara 2100 kilo kalori per orang per hari dan kebutuhan non-makanan yang terdiri dari perumahan, pakaian, kesehatan, pendidikan, transportasi, serta aneka barang dan jasa lainnya. Konsep ini diwujudkan dalam 14 ciri-ciri kemiskinan. Dalam pelaksanaannya 14 kriteria inilah yang sering menjadi permasalahan pada saat diimplementasikan dalam pendataan di daerah. Selain bagaimana perbedaan kriteria ini menjadi permasalahan yang ada di masyarakat dan dapat berdampak pada data yang tidak tepat dapat pula memicu dampak …

Read More »

Memperkuat dan Memastikan Pelibatan Perempuan Miskin untuk Mendorong Kebijakan Publik Pro Feminis melalui Gerakan Gender Watch di Kabupaten Gresik.

Gender watch adalah suatu strategi untuk mengadvokasi kebijakan berbasis bukti yang pro-perempuan. Gender Watch dikembangkan untuk meningkatkan akses dan partisipasi perempuan miskin dan marginal terhadap program perlindungan sosial pemerintah. Peningkatan akses ini dimulai dengan membangun kapasitas perempuan miskin melalui pengorganisasian akar rumput lewat Sekolah Perempuan di 6 propinsi di Indonesia yaitu Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Jakarta dan Sumatera Barat. Kabupaten Gresik adalah salah satu pilot project di Jawa Timur. Di sekolah perempuan, perempuan mengumpulkan data, bekerja dengan banyak pemangku kepentingan menyampaikan data yang mereka peroleh ke pengambil kebijakan dan mengawal Musrenbang desa sampai kabupaten. Kerja dan kontribusi Sekolah Perempuan dalam pembangunan mendorong Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran untuk sekolah perempuan dan mereplikasi …

Read More »

Peluncuran Bank Sampah Sekolah Perempuan di Kecamatan Wringinanom

Perkembangan program Gender Watch di Kabupaten Gresik telah melalui semester pertama pada periode program tahap 2 tahun 2016 ini. Sekolah Perempuan sebagai bagian penting dari program Gender Watch yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan penguatan kepemimpinan perempuan, advokasi berbasis data dan sumber-sumber Penghidupan, pada tahun ini telah masuk pada tahap penguatan livelihood (sumber penghidupan) bagi anggota Sekolah Perempuan. Penguatan livelihood perempuan miskin yang dikembangkan di Sekolah Perempuan memiliki prinsip melakukan pengembangan sumber-sumber penghidupan yang berperspektif gender dan berkelanjutan yang terdiri dari penguatan kedaulatan pangan, pengendalian dampak lingkungan melalui Bank Sampah dan penguatan keuangan mikro perempuan. Bank Sampah Sekolah perempuan merupakan salah satu bentuk penguatan livelihood bagi perempuan miskin dengan sistem pengelolaan sampah kering secara kolektif yang mendorong perempuan miskin untuk …

Read More »

BAZAR SEKOLAH PEREMPUAN. PEREMPUAN BIJAK, BERBAGI UNTUK SESAMA

Bazar ini digelar selama 2 hari yaitu Sabtu dan Minggu, tanggal 2 dan 3 Juli 2016 di sepanjang jalan raya Sooko sampai Kesamben Kulon Wringinanom menjelang berbuka puasa. Antusias para pembeli luar biasa dari anak-anak sampai orang dewasa tidak laki-laki dan perempuan. Barang yang digelar di bazar meliputi pakaian layak pakai, kue-kue dan kerajinan tangan hasil karya anggota sekolah perempuan. Untuk pakaian layak pakai dijual paling mahal 20.000 begitu pula kue-kue cukup murah 9000-15.000. Menurut ketua panitia bazar dari Sekolah Perempuan Ivani (27 tahun) dari desa Kesamben Kulon, bazar ini dijadikan ujicoba bagi anggota sekolah perempuan untuk berwirausaha, karena bulan Ramadhan maka sekalian beramal pada sesama, untuk berbagi dengan sesama tidak perlu menunggu kaya. Sedangkan salah satu pembeli yang antusias …

Read More »

Terlibat dalam Rapat Penyelenggaraan Evaluasi Gerakan Sayang Ibu (GSI) dan Pembinaan Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) Kabupaten Gresik Tahun 2016

Rabu 24 Mei 2016, saya dan mbak lilik mewakili Sekolah Perempuan menghadiri undangan Rapat Penyelenggaraan Evaluasi Gerakan Sayang Ibu (GSI) dan Pembinaan Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) Kabupaten Gresik Tahun 2016. Acara tersebut bertempat di Gedung Dharma Wanita yang berada di belakang pendopo Kabupaten Gresik. Acara ini dihadiri oleh beberapa SKPD Kabupaten Gresik yaitu: Badan KBPP, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Kehakiman, PMI, BNN, Perwakilan PKK Kabupaten Gresik, Kecamatan Wringinanom, Pemerintah Desa Kesamben Kulon. Badan KBPP yang diwakili oleh Bu Ningsih, memberikan sambutan bahwa “program P2WKSS ini akan diadakan evaluasi setiap tahun. Tahun 2016-2017 program ini rencananya akan diadakan di Desa Kesamben Kulon Kecamatan Wringinanom”. Dasar pemilihan program adalah desa …

Read More »